HarianBernas.com – Bencana yang menimpa sumur minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko pada tahun 2010 lalu ternyata tidak hanya membawa dampak negatif semata. Quartz memberitakan kalau bencana yang berakibat pada tumpahnya jutaan barel minyak mentah tersebut juga membantu menyibak hal-hal yang selama ini luput dari pantauan para ahli.
Tujuh tahun sesudah bencana minyak tersebut, lebih dari 60 spesies baru hewan laut berhasil diidentifikasi di Teluk Meksiko. Tujuh di antaranya merupakan spesies yang benar-benar baru alias belum pernah terpantau oleh manusia sebelumnya.
Penemuan spesies-spesies baru ini terjadi bersamaan dengan penelitian mengenai pengukuran dampak tumpahan dan endapan minyak mentah terhadap lingkungan setempat. Untuk mendapat sampel hewan laut yang dibutuhkan, para ilmuwan menjatuhkan jaring hingga kedalaman 1.500 meter dan kemudian memeriksa hewan apapun yang kebetulan terjebak di dalam jaring.
Heather Judkins menceritakan kalau ia dan rekan-rekannya berhasil menemukan dua spesies baru cumi-cumi dan sejenis hewan bertentakel yang persebarannya hanya terbatas di lokasi lain Samudera Atlantik. Judkins sendiri mengaku kalau dirinya tidak terlalu terkejut dengan penemuan spesies-spesies baru ini mengingat 95 persen wilayah lautan dunia masih beum terjemah oleh manusia.
Bencana minyak di Teluk Meksiko terjadi ketika pada tanggal 20 April 2010, Deepwater Horizon yang dioperasikan oleh perusahaan minyak BP meledak dan membunuh 11 pekerja di lokasi. Tumpahan minyak baru berhasil dikendalikan 87 hari kemudian. Namun minyak yang sudah terlanjur tumpah ke lautan berakibat pada kematian 80 ribu ekor burung laut, 35 ribu ekor penyu laut, dan 226 juta kilogram kerang laut.
