HarianBernas.com – Fitur baru dikeluarkan oleh pihak Facebook sebagai tanggapan atas kian menjamurnya peredaran berita palsu. Fitur tersebut adalah digunakannya label disputed (masih diperdebatkan) untuk menandai tautan-tautan berisi berita yang validitasnya masih dipertanyakan. Tujuannya agar pengguna Facebook yang melihat tautan tersebut bisa berpikir ulang ketika hendak membagikan tautan berita yang ditemukannya.
Fitur ini menggunakan bantuan situs pihak ketiga seperti Snopes dan Politifact. Mula-mula, pengguna Facebook yang melihat tautan mencurigakan akan mengirimkan laporan ke pihak Facebook. Pihak Facebook dan pihak ketiga tadi selanjutnya akan memeriksa laporan yang maksud untuk melihat tautan yang dimaksud.
Jika tautan yang dilaporkan tersebut memang bermasalah, label disputed beserta alasan pemberian label akan disematkan pada tautan yang bersangkutan supaya pengguna Facebook yang lain menjadi lebih waspada. Pesan peringatan juga akan muncul jika pengguna tetap ingin membagikan tautan tersebut.
Menurut NDTV, fitur ini baru bisa dinikmati oleh pengguna Facebook yang berbasis di AS. Namun masih belum diketahui berapa banyak pengguna Facebook yang memiliki akses untuk melaporkan tautan-tautan bermasalah.
Masalah peredaran berita palsu di media sosial belakangan ini memang menjadi isu hangat. Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS disebut-sebut terjadi sebagai akibat dari kencangnya peredaran berita palsu yang memojokkan lawan politik Trump. Fitur baru Facebook ini rencananya juga bakal diterapkan di Perancis dan Jerman dalam waktu dekat mengingat kedua negara tadi bakal menggelar pemilu.
