Kebumen, HarianBernas.com-Tidak banyak destinasi/ obyek wisata yang menawarkan peternakan sapi, sebagai obyek wisata. Salah satu yang berani mengembangkan eduwisata (wisata pendidikan) peternakan ini, Badan Usaha Milik Desa (BMUDes) Setia Jaya, di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Lokasi eduwisata ini 30 km arah barat daya kota Kebumen, tidak sulit dijangkau, berada 300-an meter dari pinggir jalan kabupaten.
Ya, Eduwisata Sitiadi demikian nama yang ditetapkan pengelola BUMDes Setia Jaya, mulai berdiri 1 Oktober 2016. Pendirian eduwisata yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Maju Makmur ini, bisa dibilang mengembangkan peternakan pembibitan sapi Peranakan Ongole (PO), sekaligus mengenalkan sistem pengelolaan pembibitan dan produk ikutannya kepada setiap wisatawan.
Pendirian Eduwisata peternakan ini, menurut Ketua KTT Rukun Maju Makmur, Partiman, tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Sitiadi dan kelompok tani ternak yang mengelola dan pemilik ternak. Untuk pembibitan, desa menyediakan lahan seluas 4000 meter persegi lebih. Eduwisata ini bisa ada karena dukungan banyak pihak, ternasuk Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen.
?Wisatawan bisa melihat pedhet jantan PO yang umurnya baru 4 bulan, tapi bisa laku Rp 15 juta, atau pedhet betina bisa laku Rp 8 juta sampai Rp 10 juta,? kata Direktur BUMDes Setia Jaya, Adi Nugraha kepada Bernas, Rabu (5/4). Sebagian besar wisatawan yang datang ke eduwisata ini, anak-anak sekolah. Mereka umumnya datang berombongan.
Eduwisata, selain menawarkan cara pemeliharan sapi PO untuk pembibitan, juga dikenalkan pembuatan produk ikutan dari pemanfaatan limbah peternakan ini. Di antaranya pemanfaatan kotoran sapi untuk biogas. Pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi, termasuk pemanfaatan urine sapi untuk bio urine (pupuk cair).
Pengenalan teknologi tepat guna akan mengolah limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat. Pengunjung yang datang ke eduwisata ini, tidak sekedar bersenang-senang, tapi dapat ilmu pengetahuan.?Biasanya sepulang dari sini, anak-anak membuat karya tulis,? kata Adi Nugraha.
Sovenir yang disediakan dan dijual di eduwisata ini, tentu yang berkaitan dengan produk yang diajarkan kepada setiap pengunjung. Pengunjung bisa membeli bio urine atau pupuk cair yang dibuat dari asap pembakaran jerami, atau kaos khas eduwista ini. ?Kami ingin di masa datang lebih banyak sarana wisata pendidikan peternakan dan pertanian ada di sini,? kata Adi Nugraha.
Ya semoga eduwisata peternakan pertama di Kabupaten Kebumen terus berkembang. (nwh)
