HarianBernas.com – Nasi padang begitu digemari oleh masyarakat Indonesia. Rumah makan padang yang sejatinya berasal dari ranah minang telah menjamur di mana-mana. Hidangan di setiap rumah makan padang hampir seragam dan tak jauh berbeda. Namun, sangat cocok di lidah orang Indonesia dan begitu digemari.
Kelezatan dari sebungkus nasi padang membuat bule Norwegia sampai jatuh hati pada masakan khas ranah Minang tersebut. dia pun sampai membuat lagu “Nasi Padang” dan diunggah di Youtube.
Sebagai penggemar nasi padang, tahukah kalian 5 fakta unik di balik masakan padang?
1. Nasi Padang Kalau Dibungkus Porsinya Lebih Banyak
Jika membeli nasi padang di daerah Jakarta atau kota besar, bisa dipastikan porsi take away akan lebih banyak dibanding makan di tempat. Terdapat alasan di balik hal tersebut.
Saat kalian membawa pulang sebungkus nasi padang dan menemukan kalau porsinya yang super besar berbeda saat makan di tempat.
Ternyata ini merupakan kebiasaan warga Minang jaman dulu. Bila ada orang yang membeli nasi padang untuk dibawa pulang penjual berpikir pasti di rumah si pembeli juga ada orang rumah yang belum makan maka porsinya agak dibuat banyak.
Sampai sekarang kebiasaan ini dilakukan oleh seluruh rumah makan padang di Nusantara.
Fakta lainnya mengenai porsi tidak berlaku bila kalian makan di rumah makan padang di daerah Jogja. Karena sebagian besar rumah makan padang di Jogja menerapkan sistem prasmanan dimana kalian bebas mengambil nasi dan lauk.
2. Pelayan Ahli Membawa Banyak Piring
Rumah makan padang yang dimiliki oleh orang Minang asli punya tradisi sendiri saat menghidangkan makanan. Piring-piring lauk ditumpuk di lengan kiri bahkan ada yang sampai setinggi kepala, dan disajikan dalam waktu singkat.
Bila kalian makan di rumah padang ?Sederhana? pasti kerap menjumpai pelayan restoran padang sedang “bermanuver” dengan piring-piring di lengannya. Inilah tradisi menyajikan masakan di restoran otentik khas Sumatera Barat. Skill ini wajib dimiliki para pelayannya dan harus mahir.
3. Tidak Ada Rumah Makan Padang di Sumbar
Rumah makan khas ranah minang ini mungkin bisa kita lewati di setiap jalanan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dari mulai yang bentuknya sederhana sampai rumah makan padang yang mewah sekali ala restoran. Namun apakah Anda bisa bayangkan, di Jakarta saja rumah makan padang menjamur, bagaimana di Sumatera Barat sendiri?
Di kota padang atau di provinsi Sumatera Barat, kalian tidak akan menemukan rumah makan yang seperti ada di Pulau Jawa yang menyajikan berbagai macam masakan padang. Mereka biasanya menamakan rumah makan mereka dengan masakan khas minang. Bahkan ada juga yang menamakan nasi kapau dan berasal dari bukit tinggi.
4. Foto Kakek di Rumah Makan Padang
Jika melihat foto seorang kakek berkopiah hitam di rumah makan padang, dia adalah Ungku Saliah. Adanya foto Ungku Saliah menandakan rumah makan tersebut adalah asli Pariaman.
Bila kalian perhatikan Semua foto Ungku Saliah selalu sama: kepala berkopiah hitam yang sedikit miring ke kanan, berjenggot agak panjang, serta mengenakan kain sarung kotak-kotak yang dikalungkan di leher. Semua fotonya pun sudah pasti hitam putih.
Pemilik rumah makan padang keturunan pariaman memasang foto ungku saliah sebagai bentuk penghormatan. Karena beliau merupakan tokoh agama yang penting di daerah pariaman.
5. Mengapa Rendang Begitu Istimewa?
Berbicara nasi padang pasti tak lepas dari rendang. Rendang dinobatkan sebagai salah satu masakan terlezat di dunia asli indonesia. Salah satu tradisi Minang yang melibatkan rendang adalah 'Makan Bajamba'. Makan Bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan bersama-sama dalam satu wadah.
Dalam tradisi ini biasanya akan ada satu makanan utama, gulai kepala kambing misalnya sebagai makanan pembuka. rendang menjadi salah satu komponen utama di Makan Bajamba tersebut.
