KENDAL, HarianBernas.com ? Warga yang terdampak proyek Tol Semarang-Batang tepatnya di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah tak kunjung menerima uang ganti rugi tanah. Padahal warga sudah melengkapi berkas persyaratan.
Warga pun memprotes pemerintah yang belum membayar ganti rugi. Mereka ramai-ramai memasang spanduk. Seorang warga RT/RW 01/08 Desa Protomulyo bernama Hadi mengaku mendapat ganti rugi sekitar Rp 440 juta. Sayangnya sampai saat ini uang ganti rugi belum dibayarkan.
Rumahnya berada di pinggir Jalan Protomulyo, terkena proyek tol. Sedangkan, proyek tol masih terus berjalan.
?Rumah-rumah yang ada di samping rumah saya sudah dibayar dan dibongkar, serta diratakan dengan alat berat,? ungkapnya, Senin (5/6/17).
Dampak lain akibat pembangunan jalan tol adalah jalan kampung dan selokan ditutup. Akibat penutupan ini, rumah warga kerap kebanjiran ketika turun hujan.Jjika musim panas, jalan dan rumah sekitar akan berdebu.
?Anak saya sekarang sakit pernapasan. Saya juga tidak bisa istirahat bila siang hari, karena bising suara alat berat yang memasang pancang jalan,? imbuhnya.
Kepala Desa Protomuluo Kaliwungu Selatan Jumarno menyampaikan di daerahnya terdapat 227 bidang tanah yang terkena proyek tol Semarang-Batang. Sampai saat ini baru terbayar 92 bidang. Sisanya masih menunggu. Jumarno mengakui keterlambatan pembayaran kerap membuat warganya mengeluh.
