HarianBernas.com ? Sampai saat ini banyak orang dan bahkan pengusaha yang menganggap jika sales dan marketing adalah sama. Padahal hal itu sangatlah berbeda. Tetapi masyarakat sering salah mengartikan jika marketing dan sales adalah pekerjaan yang sama yakni berjualan produk.
Padahal yang dimaksud dengan marketing merupakan kesuluruhan dari sistem dari kegiatan bisnis yang memang ditujukan dalam merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk tersebut dan akhirnya mendistribusikan barang yang mempunyai tujuan di dalam memuaskan konsumen itu sendiri.
Sales sendiri adalah kegiatan yang lebih berfokus di dalam menjualkan produk serta mempunyai tujuan untuk bisa meningkatkan penjualan produk itu saja. Dari kedua pengertian tersebut maka sudah jelas dika proses yang dilalui marketing lebih panjang dan rumit jika dibandingkan dengan proses sales.
Di dalam strategi marketing, ada istilah 4P yang pada akhirnya bertambah menjadi 7P yang berasal dari kata product (produk), place (tempat), price (harga), process (proses), promotion (promosi), people (orang), dan Physical evidence (bukti fisik).
Jika sales sendiri hanya berada di salah satu bagian dari yang namanya promosi atau promotion sehingga tak akan memerhatikan adanya faktor lain di luar promosi yang bisa menunjang dari pemasaran sebuah produk.
Strategi marketingnya pun tidak sama antara sales dan marketing. Jika para marketer atau pemasar akan sekuat tenaga untuk bisa menjaga brand image dari produk yang difokuskan. Dari seni konsumen pun dapat memutuskan untuk bisa membeli suatu produk karena mereka telah mengenal kualitas dari produk itu sendiri beserta dengan brand image dari produk itu.
Untuk sales sendiri maka strategi yang dijalankan adalah berpusat kepada tindakan penawaran kepada pasar dengan cara memberikan banyak informasi tentang kelebihan produk tersebut. Dengan cara ini diharapkan calon konsumen akan tertari dan mau untuk membeli produknya.
Salesman justru mengabailkan tentang menjaga image dari brand dan juga tingkat kepuasaan konsumen. Bagi seorang sales, produk yang laku dan dapat sesuai dengan target penjualan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan bisa terpenuhi.
Walaupun begitu, tidak sedikit perusahaan yang malah menjadikan sales layaknya bagian dari marketing, tetapi tetap saja memberikan perbedaan terlebih tentang tugas kerja mereka. Bila marketing akan fokus pada perencanaan strategi pemasaran produk yang sesuai dengan 4P ataupun 7P yang termasuk bagian dari marketing mix. Dari sini sales akan dapat mengawali pekerjaan mereka setelah pruduk memang siap untuk dipasarkan.
Dengan cara ini maka bisa dibilang jika marketing adalah tim yang menyusun strategi pemasaran sedangkan sales adalah tim pelaksananya. Adanya perbedaan lain antara sales dan marketing ialah adanya hubungan sales dengan konusmen yang hanya sampai pada proses transaksi jual beli. Setelah itu terjadi maka sales tak mempunyai tanggung jawab untuk mempunyai hubungan yang baik kepada konsumen.
Padahal hubungan marketing serta konsumen merupakan hal yang penting dan harus dijaga yang berawal dari sebelum transaksi supaya timbul loyalitas pelanggan itu sendiri. Perusahaan tak akan bertahan lama jika hanya lebih mengandalkan sales.
Sedangkan perusahaan tak akan menjadi besar jika sales tak akan menjadi baik bila tidak ada dukungan berupa strategi marketing yang mumpuni. Jika sudah begitu, perusahaan harus mampu untuk bisa merencanakan strategi pemasaran yang dapat memenuhi ekspektasi kebutuhan serta keinginan dari konsumennya.
Dengan cara ini, Anda jadi tahu apakah termasuk pelaku usaha yang memiliki jiwa sales atau marketing?
