Keterbatasan bukan selalu menjadi alasan untuk tidak berkembang dan berpaku pada keadaan. Berawal dari kebingungan mencari ide usaha, keterbatasan menjadi jawaban akan kegundahan.
Fotografi yang pada waktu itu merupakan hobi, menjadi pijakan untuk Reza Fredo dan Syafiqa Pramunadipta mengembangkan usahanya. Mahalnya strap kamera sebagai penunjang kegiatan, menjadikannya berupaya untuk membuat sendiri dengan belajar secara otodidak. Berawal dari ini, pesanan demi pesanan datang hingga menjadi sebuah usaha dengan nama brand ED-Leather yang memiliki akun instagram bernama serupa.
Dengan modal awal Rp 1.500.00,00 dari hasil patungan mereka berdua, 1 Desember 2015 menjadi langkah pertama usaha ini dijalankan. Semua dikerjakan hanya berdua, pengerjaan yang meliputi pemotongan kulit, pewarnaan dan juga marketing. Melewati trial and error dengan banyak produk gagal sebagai bahan percobaan. Pematangan produk mereka dapat dari inovasi serta saran-saran dari pembeli.
Produk yang dihasilkan dari ED-Leather yaitu starp kamera, tas, dompet, keychain, belt, clutch, case hape, case korek, case rokok, cover book, id tag, dan souvenir. Produk utamanya adalah dompet dengan 15 lebih model dan 10 pilihan warna. Saat ini, ED-Leather sedang merancang kombinasi kulit dengan budaya Indonesi serta berencana akan merambah ke produk sepatu kulit.
Produk-produk ED-Leather memiliki kelebihan yaitu seluruh tahapan full handmade, serta menggunakan bahan dan treatment khusus untuk menunjang hasil produk. Apabila produk tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen, seperti kebesaran, kekecilan, salah ukuran, mereka siap mengganti dengan yang baru. Dan lagi, jika jahitan ditemukan putus dan lepas, akan dijahit kembali tanpa tambahan biaya.
Produk yang dihasilkan oleh ED-Leather selalu ready. Mereka akan memproduksi ulang setiap terdapat produk yang keluar. Selain itu juga melayani pre-order sesuai keinginan konsumen. Walaupun pemesan masih secara online, konsumen atau yang sedang berkunjung di Yogyakarta dapat langsung melihat aktivitas pembuatan di Jalan Podang 2 No. 114 Rt 4/ Rw 4, Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Selain melihat proses pembuatan, dapat juga sharing segala hal yang berkaitan dengan kulit.
Workshop di Yogyakarta sementara hanya sampai tahun ini. Sebab untuk tahun depan, ED-Leather akan dikembangkan di Pematang Siantar dimana tempat asal sang pemilik dan juga salah satu alasan bisnis terbentuk. Merekrut anak-anak putus sekolah dengan pendapatan yang layak, menjadi salah satu impian besar ED-Leater membuka usaha. Contohnya satu anggota sekarang yang dia hanya sekolah sampai kelas 1 SMA.
Omset saat ini telah mencapai pada kisaran 10 juta rupiah, dengan pemesan produk yang berasal dari hampir semua kota besar di Indonesia, dengan paling banyak adalah Jakarta. Hanya Papua saja yang belum. Bahkan permintaan dari luar Indonesia sudah banyak. Sebab terkendala tenaga, saat ini hanya melayani lokal.
