Bernas.id – Desa Binangun merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Terletak sekitar 3 kilometer di sebelah barat Kota Banyumas, Desa Binangun diam-diam menggeliat dan berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini. Padahal, Desa Binangun berada di wilayah ketinggian, yaitu di lokasi deretan perbukitan bagian barat Kecamatan Banyumas, berbatasan dengan Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Konsep kemandirian desa ini berawal dari kejelian para pelaku pemberdayaan masyarakatnya. Mereka memetakan potensi desa dengan bantuan partisipasi masyarakat. Hasil musyawarah pemetaan tersebut kemudian disepakati menggunakan konsep OGOP atau One Grumbul One Product. OGOP merupakan konsep pemberdayaan masyarakat yang menjadikan satu grumbul sebagai pusat perekonomian berciri khusus dan khas hanya satu produk. Ada 4 grumbul di Desa Binangun yang berhasil dikelola dengan konsep OGOP, yaitu :
- Grumbul Binangun fokus utama produksi gula cetak dan kristal;
- Grumbul Wanasepi fokus utama pada produk makanan olahan;
- Grumbul Juwiring fokus utama sebagai daerah peternakan;
- Grumbul Curug fokus utama dengan produksi kain batik tulisnya.
Pelaksanaan OGOP (One Grumbul One Product) selaras dengan gagasan utama buku ‘Membangun Indonesia Dari Desa’ yang disusun oleh Bapak Prof. Gunawan Sumodiningrat, Ph.D. dan Ibu Ari Wulandari, S.S., M.A. Pengembangan perekonomian desa-desa melalui penggalian sumber daya alam potensi desa dan sumber daya manusia. Eksplorasi potensi desa apapun bentuknya, semuanya ditujukan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa maju maka otomatis Indonesia akan maju.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Pengembangan potensi sumber daya alam harus dibarengi dengan pendayagunaan manusianya. Keduanya harus berjalan beriringan. Jika salah satu saja yang dikembangkan tidak akan dapat memenuhi harapan kesejahteraan. Sudah banyak contoh dan pengalaman, apabila suatu daerah mendapatkan bantuan kucuran dana sekian ratus juta, hanya habis untuk bancakan. Program hanya jalan satu kali dua kali lalu berhenti tiada hasil lagi tak dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa catatan kasus terkuak, seperti oknum-oknum menyelewengkan penggunaan dana desa untuk keperluan pribadi dengan mark up anggaran dan laporan; kelompok usaha tidak ada program pendampingan, kalau toh ada pendampingnya, para anggota kelompok tidak mau patuh terhadap bimbingan pendampingnya; kasus kecemburuan sosial antaranggotanya, pembagian tugas, sistem bagi hasil dan kepemilikan saham tidak memuaskan anggota.
Dengan mempertimbangkan perihal kasus tersebut maka program OGOP Desa Binangun perlu ada pendampingan. Kegiatan pendampingan dilakukan oleh para coach mentoring dari Komunitas Sukses Mulia Jakarta. Kegiatan pokok pada penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Yaitu, pelatihan teknis pengelolaan potensi lokal, pelatihan kewirausahaan, pelatihan internet, pelatihan motivasional, pelatihan kepribadian dan pengelolaan manajemen berdasarkan kearifan lokal. Masyarakat diberi pemahaman sekaligus mencoba membuat inovasi dan kreasi, baik dari produk yang sudah ada maupun penciptaan kreativitas atau inovasi produk-produk baru. Hal ini disesuaikan dengan potensi wilayah yang bersangkutan sebagai potensi terbaik yang memiliki daya tarik tersendiri.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Harapannya, pada masa-masa mendatang, tetap ada bimbingan dari para mentor atau instruktur pendamping sebagai motivator dan konsultan usaha yang berkesinambungan. Sehingga anggota kelompok usaha tetap stabil berusaha, memiliki semangat dan berkembang. Tidak hanya asal usaha 'hangat-hangat tahi ayam'.
