Bernas.id – Moms, apakah Anda pernah mendengar istilah ?tantrum?? Belakangan istilah ini menjadi akrab di telinga. Tentu saja jangan samakan dengan situasi akhir tahun 80-an sampai dengan awal tahun 90-an. Istilah keren ini pasti masih terasa asing. Namun, kini tantrum menjadi akrab dalam pembahasan moms masa kini, khususnya bagi moms-moms muda. Namun, apa sih ?tantrum? itu?
Tantrum merupakan pola tingkah laku anak yang terjadi sebagai bentuk dari ledakan emosi. Hal ini ditunjukkan dengan sikap keras kepala, menangis, berteriak, mengomel, atau pun marah-marah. Sikap ini terjadi sebagai bentuk ?perlawanan? anak atau resistensi terhadap upaya mencari perhatian atas hal yang disukai. Atau pun, sebagai penolakan tehadapan hal yang tidak disukai. Apakah Anda pernah melihat pola tingkah laku anak yang menjerit histeris? Atau pun menangis merengek sesenggukan? Tentu saja bukan perkara mudah dalam menanganinya. Terlebih, tantrum terjadi tidak hanya semenit dua menit. Melainkan dalam durasi yang cukup lama.
Kejadian ?tantrum? sering kali terjadi secara tidak terduga. Tak jarang terjadi pada lingkungan ramai. Dan, tentu saja sikap ?mengamuk? anak ini cukup menarik perhatian. Anak yang marah-marah atau pun menangis histeris meminta sesuatu, memberikan rasa kurang nyaman bagi orang tua. Tidak sedikit, ada saja masyarakat sekitar yang akan menilai,
?Ya ampun, ibunya tega banget sih! Es krim aja gak dibeliin buat anaknya, sampai nangis gitu. Kan kasian anaknya?
?Itu orang tuanya kok cuek gitu sih. Padahal anaknya udah marah-marah gitu. Mbok udah diturutin aja mau anaknya.?
Namun, kita perlu mengetahui bagaimana cara dalam mengahadapi sikap ?tantrum? ini. Agar, saat terjadi sebagai orang tua, anda telah siap dalam menghadapinya. Karena sikap berontak atau mencari perhatian yang dilakukan oleh anak ini, tak jarang mampu menarik perhatian banyak orang. Lalu, apakah bersiap ?lunak? dan mengikuti kemauan anak adalah cara yang terbaik?
Hal pertama yang perlu dipahami oleh orang tua, khususnya moms adalah tantrum merupakan pola tingkah laku yang normal pada anak. Ini merupakan bukti dari perkembangan kognitif, emosional, dan kecerdasan pada anak. Sehingga, menangani tantrum dengan tepat merupakan cara yang perlu diperhatikan. Jika salah dalam menyikapinya, rasa tertekan yang berlebihan, tidak percaya diri, atau pun penakut dapat menjadi dampak yang berimbas pada anak.
Dalam sebuah jurnal yang berasal dari Children?s Hospital of Philadelphia disampaikan beberapa cara dalam menghadapi perilaku tantrum ini. Diantaranya adalah tetap bersikap tenang dan menjalani aktivitas yang sedang dilakukan. Jangan panik dan tidak memukul anak, adalah hal yang perlu diperhatikan. Kemudian, coba untuk mencari tahu apa yang anak anda inginkan. Apakah sikap ?berontak? yang dilakukan sebagai rayuan terhadap sesuatu? Atau kah sebagai sikap perlawanan dari hal yang tidak disukainya? Jika yang terjadi merupakan bentuk rayuan anak, maka mencoba secara perlahan menjelaskan alasan tidak diperbolehkan, dapat mencari jalan yang tepat.
Selain itu, menjelaskan dengan sentuhan dapat pula menjadi jalan yang menenangkan bagi anak anda. Pelukan hangat atau dekapan, dapat memberikan rasa tenang bagi anak yang sedang merasakan gejolak dalam emosi yang dirasakannya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan mudah menyerah dan langsung menuruti ?rayuan maut? anak. Karena, jika kali ini anak merasa berhasil atas cara membujuk yang dilakukannya, maka pola ini yang akan kembali terjadi selanjutnya.
Hal terakhir yang juga perlu dilakukan adalah, moms tidak mudah terpengaruh pada penilain orang lain. Penilaian jahat, tega, atau pun kejam, tidak lagi perlu dipedulikan. Tidak usah malu disaat anak anda menangis atau bahkan hingga duduk berlantai di pusat keramaian. Membiarkan sejenak hingga gejolak yang dirasakan anak mereda, kemudian mendekatinya dan memberi penjelasan dengan sentuhan, dapat menjadi solusinya. Ya, inilah cara menghadapi pola tantrum pada anak. Sehingga, terus meng-update ilmu kekinian dalam pola asuh anak, menjadi penting ya? Bukan hanya update mengenai gosip para artis. Moms, tahu mengenai artis Ariel Tatum, tapi tidak mengetahui ?tantrum?. Ayo moms, terus belajar mengenai perkembangan dunia tumbuh kembang anak ya!
