Bernas.id – Apa yang Anda rasakan saat melaju dengan kendaraan, lalu tiba-tiba harus terhenti karena ada lampu merah? Pernahkah dalam situasi terburu-buru, kemudian Anda menerobos lampu merah? Untungnya selamat, ya. Padahal berbahaya sekali ketika Anda menerobos lampu merah, iya kan?
Sebenarnya Anda sudah tahu bahaya menerobos Traffic Light, yang biasa disebut bangjo alias lampu abang ijo atau lampu merah. Tidak sedikit lampu merah menelan korban. Ya, itulah cermin kedisplinan dan ketertiban berlalu lintas.
Seperti halnya lampu lalu lintas yang memberi arahan di jalan, Sertifikasi Manajer SDM membekali dengan keahlian memimpin tim, mengambil keputusan strategis, dan memastikan setiap kebijakan SDM berjalan sesuai jalur yang tepat.
Sudah bukan rahasia lagi. Bahwa lampu merah itu artinya kendaraan berhenti. Lampu kuning artinya berhati-hati, ya sebaiknya mengurangi kecepatan, ketika lampu hijau beralih ke lampu kuning. Berhenti lebih baik. Namun, ada juga yang menerobos lampu merah, karena terburu-buru atau tidak sabar menunggu lampu hijau berikutnya. Alhasil, bukan mengurang kecepatan tapi justru menambah speed atau kecepatan kendaraan.
Peran Traffic Light
Percayakah Anda berpikir, bahwa Traffic Light tidak hanya ada dan berperan pada lalu lintas kendaraan saja. Tapi ada dalam kehidupan kita.
Hidup itu adalah sebuah perjalanan. Tidak mungkin perjalanan tak punya jeda waktu untuk sekedar menarik nafas. Pasti ada. Nah, jeda waktu inilah sejatinya lampu kehidupan, kalau boleh dianalogikan seperti lampu merah ? kuning ? hijau alias Traffic Light.
Lampu Merah. Semua paham, dalam aturan lalu lintas artinya adalah berhenti. Tahu kan? Jika kita melanggar lampu merah? Fatal, jika terjadi kecelakaan. Apes, jika ada Pak Polisi yang menilang.
Dalam perjalanan hidup, kita juga menemui lampu merah. Misalnya, ketika banyak masalah menghampiri diri kita, yang paling kerja ekstra adalah otak. Giat mencari solusi. Secara tidak sadar, sebenarnya sudah ada sinyal lampu merah. Ya, lampu merah yang mengingatkan kita untuk berhenti sejenak atau istirahat. Seperti apa sih, sinyal yang muncul? Ya stres, sudah tidak mampu berpikir jernih. Maka saat itulah seharusnya kita berhenti dari segala masalah atau pikiran yang berjejal. Walau kita sadar, masalah bukan untuk dihindari, tapi harus dihadapi.
Begitu juga seharusnya yang kita lakukan dalam otak kita, karena ketika tertimpa masalah otak kita itu benar-benar kerja ekstra. Sehingga, hal yang harus dilakukan adalah kita harus berhenti sejenak, agar otak kita dapat beristirahat dan sekaligus pikiran jauh lebih tenang.
Mengistirahatkan Otak
Cara mengistirahatkan otak, bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti relaksasi, meditasi, dzikir (bagi yang muslim) dan sebagainya. Karena hal ini mampu untuk menurunkan gelombang otak atau ketegangan pikiran-pikiran kita. Bahwa ketika pikiran tenang , kita akan lebih mudah mencari solusi, sebaliknya semakin gusar dan resah maka semakin sulit berfikir jernih.
Di antara kita, pasti pada saat tertimpa masalah tak jarang malah semakin ruwet, bingung menyelesaikan masalah atau malah lari dari masalah. Padahal sesungguhnya ini kode, ada lampu merah dalam hidup kita. Berhenti untuk mendekat pada Sang Pencipta.
Bagaimana dengan lampu kuning? Jika diimplementasikan dalam kehidupan, mungkin bisa disamakan dengan pepatah ?Sedia payung sebelum hujan?. Dapat diartikan, sebagai rambu untuk selalu mempersiapkan diri dalam menghadapi hal yang akan terjadi. Mawas diri, waspada, hati-hati tanpa ada rasa curiga atau pikiran negatif. Agar di ujung peristiwa kehidupan, tidak ada kalimat penyesalan. Jadi makna lampu kuning dapat diartikan sebagai langkah pencegahan, supaya kita memang benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum kita berjalan atau berhenti sejenak.
Menyesuaikan Sebuah Perjalanan
Sekarang lampu hijau. Kalau sudah hijau, sudah saatnya berjalan, lekaslah jalan, jangan menunda-nunda lagi atau menunggu di klakson-klakson oleh kendaraan yang di belakang. Kita sudah punya waktu untuk berhenti, berpikir dan merencanakan, tapi jika sudah waktunya untuk jalan, ya jalanlah.. Jangan sampai setiap hal yang kita pikirkan hanya jalan atau diam di tempat.
Itulah mengapa, jika sudah waktunya berjalan, kita harus lekas berjalan. Jangan terlalu lama berhenti, nanti akan menghambatmu sendiri. Yakini saja, semuanya sudah ada prosesnya. Jika memang jalan kita tidak mulus, kurang lancar, ya pasti kita akan punya waktu lagi untuk berhenti. Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, dan bukan berarti tanpa henti. Pasti akan ada titik dimana kita harus dan butuh jeda.
Seperti lampu lalu lintas yang mengatur alur kendaraan, Apabila Anda memiliki dan mengelola bisnis, strategi AI Powered SEO sangat membantu, karena mengarahkan website Anda ke peringkat terbaik di Google, memastikan bisnis selalu terlihat oleh calon pelanggan.
Pilih Program Studi Teknik Informatika untuk Masa Depan Cerah
Seperti rambu-rambu lalu lintas yang membimbing perjalanan, program studi Teknik Informatika di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) memberikan arahan bagi mahasiswa dalam menguasai teknologi, memastikan mereka siap menghadapi tantangan industri digital, sehingga membuat masa depan lebih terencana.
Jangan ragu mengambil keputusan besar untuk masa depan. Seperti mengikuti rambu yang tepat, segera daftar melalui PMB UNMAHA dan konsultasikan pilihan studi terbaik Anda melalui WhatsApp PMB.
Maksimalkan Peluang Bisnis dengan Menjadi Reseller Adolo!
Seperti rambu yang memandu perjalanan, Adolo memberikan arahan jelas bagi Anda untuk memulai bisnis online dengan menjual laptop, gadget, dan barang elektronik berkualitas.
Dengan sistem fleksibel dan dukungan penuh, Anda bisa merintis usaha tanpa modal besar. Manfaatkan peluang ini sekarang dan bergabunglah dengan Adolo untuk meningkatkan pendapatan Anda! [4]
