Bernas.id – Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue yaitu virus penyebab demam berdarah. Selain dengue, jenis nyamuk ini juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika. Nyamuk ini menyukai area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Di Indonesia, nyamuk ini umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan dan tempat penampungan air bersih. Selain itu, nyamuk ini suka bersembunyi di balik baju yang tergantung.
Meskipun tubuhnya berukuran kecil, namun hewan ini mampu memberikan dampak yang besar bagi bagi kesehatan manusia, bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian. Setiap tahunnya, lebih dari satu juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit yang dibawa serangga ini.
Spesialis penyakit tropik dan infeksi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS.Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr Leonard Nainggolan spPD-KPT mengatakan, saat ini populasi nyamuk semakin banyak. Hal tersebut disebabkan perubahan iklim global yang membuat suhu dunia mengalami peningkatan. Meningkatnya suhu itu membuat siklus kawin dan bertelur nyamuk semakin tinggi. Dampaknya penyakit yang disebarkan nyamuk pun semakin meningkat.
Nyamuk ini sering menyerang anak-anak usia 0 sampai 12 tahun. Nyamuk rumahan ini aktif pada pagi hari hingga siang hari dan puncaknya pada pukul 08.00 sampai 13.00 WIB, serta pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.
Untuk menghindari gigitan nyamuk ini, alangkah baiknya kita melakukan 4 hal berikut:
- Kenakan pakaian berlengan panjang dan bawahan panjang berkaus kaki.
- Aplikasikan losion pengusir nyamuk dengan bahan kimia atau herbal yang aman untuk manusia.
- Tidur dengan menggunakan kelambu di sekitar ranjang tidur.
- Penyemprotan residu ke dalam rumah yang aman bagi manusia yang berstandar WHO.
Perawatan pasien
Tak semua pasien yang digigit nyamuk Aedes aegypti harus mendapat perawatan. Tergantung kondisi tubuh pasien. Jika terjadi kejang-kejang, kesadaran menurun, nafsu makan menurun, demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, mual, muncul bintik merah di kulit, dan nyeri di bagian mata hendaknya segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Jika hasil laboratorium menunjukkan jumlah trombosit di bawah 100 ribu, maka pasien perlu segera dirawat. Tetapi jika di atas 100 ribu, pasien cukup diberi obat penurun panas, pegal linu, dan diberi minum yang banyak serta cairan yang mengandung elektrolit dan gula.
Nah, setelah tahu dampak yang ditimbulkan dari virus nyamuk Aedes aegypti ini, maka kita perlu melakukan pencegahan preventif sehingga buah hati kita aman.
