Bernas.id – Hidup di zaman dengan pesatnya perkembangan teknologi, bukan lagi di zaman lampau yang menulis harus pakai papan sabak, maka banyak alat teknologi yang diciptakan untuk membantu kegiatan manusia, salah satunya adalah kalkulator untuk berhitung.
Pemanfaatan kalkulator untuk anak-anak usia sekolah menjadi perdebatan di kalangan orang tua dan pendidik. Saat ini penggunaan kalkulator memang dilarang untuk pelaksanaan Ujian Nasional dari SD hingga tingkat SMA. Namun, penggunaan kalkulator diperbolehkan pada beberapa ujian kesetaraan dengan kurikulum internasional, sehingga beberapa sekolah mengijinkan siswa-siswa SD untuk berhitung dengan kalkulator.
Mengajarkan anak menggunakan alat bantu seperti kalkulator memerlukan pemahaman yang tepat. Bagi profesional SDM dalam bisnis, memiliki Sertifikasi Manajemen Kinerja dapat meningkatkan kemampuan dalam mengevaluasi dan mengembangkan kinerja karyawan secara efektif. Sertifikasi ini membekali Anda dengan teknik dan alat untuk memaksimalkan potensi tim.
Baca juga: Pentingnya Literasi Digital bagi Siswa dan Cara Menerapkannya
Pertanyaan untuk Mempertimbangkan Anak Memakai Kalkulator
Pertanyaan yang pertama adalah mengapa tidak boleh memakai kalkulator, padahal kalkulator diciptakan untuk mempermudah berhitung? Hal ini lebih kepada faktor mengurangi ketergantungan dan meningkatkan kemandirian anak dalam berhitung.
Bagaimanapun kalkulator hanyalah alat bantu, jadi agar anak tetap bisa berhitung walaupun tidak ada kalkulator. Selain itu, bila kita bisa berhitung tanpa alat, juga menghindari kesalahan perhitungan uang kembalian dari kasir.
Pertanyaan kedua adalah apakah berarti kalkulator tidak boleh sama sekali dipakai atau ada waktu-waktu tertentu anak diizinkan menggunakan kalkulator? Biasanya, pendidik akan memilah pelajaran yang boleh dan tidak boleh menggunakan kalkulator. Bila pelajaran lebih diutamakan untuk mengerti konsep, maka proses berhitung bisa dibantu dengan kalkulator.
Namun, bila tujuan pembelajaran berhubungan dengan number sense atau kepekaan terhadap angka, maka penggunaan kalkulator akan dibatasi supaya kemampuan berhitung mental bisa berkembang.
Pertanyaan ketiga biasanya menanyakan di usia berapa kita bisa mengenalkan kalkulator kepada anak? Beberapa menyarankan untuk tidak mengizinkan penggunaan kalkulator pada anak usia sekolah dasar awal kelas 1-3, dan boleh untuk anak usia sekolah dasar kelas 4-6. Namun, seperti yang sudah dijelaskan, kalkulator hanyalah alat bantu.
Sehingga, akan lebih bijak bila kita mengawasi penggunaannya dan membuat kalkulator sebagai alat untuk memahami konsep-konsep matematika. Misal, untuk belajar berhitung bilangan bulat positif dan negatif, bisa meminta anak untuk menekan angka 5, lalu tanda minus dan angka 1 terus menerus. Kita bisa memperlihatkan wajah terkejut saat tanda negatif keluar dan mencoba menghitung berapa kali tanda kurang (-).
Baca juga: Matematika Menyeramkan? Jangan Salah, Ini Manfaat Belajar Matematika.
Jenis Kalkulator
Saat ini, ada banyak jenis kalkulator dari yang paling sederhana untuk operasional hitung dasar, hingga jenis kalkulator ilmiah untuk tingkat menengah atas perguruan tinggi yang bisa menghitung matriks atau persamaan rumit. Apapun jenis kalkulatornya, selalu pastikan anak mengerti konsep matematika di balik perhitungan yang dilakukan dan bisa mengkomunikasikan proses berhitungnya.
Seringnya kita dihadapkan pada situasi yang menuntut kemampuan untuk berpikir dan berhitung cepat dalam mengambil keputusan, sementara kalkulator tidak selalu sedia. Apalagi tidak semua ujian mengijinkan kalkulator. Sehingga, lebih baik mengajarkan bagaimana bijak menggunakan kalkulator dengan tetap memantapkan kemampuan berhitung mental secara mandiri.
Memahami alat bantu seperti kalkulator sejak dini dapat meningkatkan kemampuan analitis anak. Demikian pula, bisnis Anda dapat berkembang pesat dengan menerapkan Omni Channels Sales Growth. Bagi seorang profesional strategi memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan di era digital dengan berbagai channel penjualan.
Baca juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
Raih Masa Depan Cerah dengan Program Studi Teknologi Informasi
Mengajarkan anak kapan harus menggunakan kalkulator adalah langkah awal menuju pemahaman teknologi. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), Program Studi Teknologi Informasi menawarkan kurikulum yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia digital, membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di era modern.
Pendidikan yang tepat sejak dini, seperti memahami penggunaan kalkulator, membentuk dasar yang kuat. Kampus UNMAHA menawarkan berbagai program studi unggulan agar para mahasiswa lebih berpotensi dalam persaingan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs PMB UNMAHA atau hubungi kami melalui WhatsApp.
Peluang Bisnis Menjanjikan dengan Menjadi Reseller Produk Teknologi
Memahami kapan anak boleh menggunakan kalkulator adalah langkah penting dalam pendidikan. Bagi Anda yang ingin memanfaatkan peluang bisnis di bidang teknologi, bergabunglah sebagai reseller di Adolo, platform yang menawarkan berbagai produk seperti laptop dan perangkat elektronik lainnya. Dengan menjadi bagian dari komunitas Adolo, Anda dapat memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan pendapatan.
Daftarkan diri Anda sekarang sebagai reseller di Adolo dan nikmati berbagai keuntungan, termasuk akses ke produk berkualitas dan pelatihan bisnis. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengembangkan usaha Anda di dunia teknologi. [4]
