Bernas.id – Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata 'Senin'? Malas, sibuk dan macet. Dapat kita ketahui bahwa 3 kata tersebut tidak bisa terlepas dari kata 'Senin'. Hari Senin adalah hari manusia-manusia di seluruh dunia harus merasakan kembali kesibukan yang menunggu mereka, setelah liburan akhir pekan menyapa. Tak ayal, istilah 'I don?t like monday' menjadi kalimat yang dianggap paling cocok dengan perasaan manusia di Hari Senin. Senin pula menjadi hari titik awal kemacetan. Bayangkan saja, tepatnya pada pukul 07.00 pagi saja jalanan yang biasanya lengang menjadi padat dengan volume kendaraan lebih banyak dibandingkan dengan hari lain. Tak jarang transportasi umum pun sengaja menaikan biayanya dengan alasan kemacetan di titik-titik rawan. Sebagian masyarakat memaksakan diri pergi lebih pagi dari biasanya agar tidak terlambat masuk sekolah, kerja, upacara bagi para siswa dan pegawai di instansi pemerintahan khususnya.
Kota-kota besar dengan banyaknya masyarakat yang menghuninya tentu terdapat kemacetan di sejumlah titik rawan yang sangat sulit dihindari. Volume kendaraan yang memuncak, jalanan tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang meningkat dari hari ke hari membuat suasana menjadi semrawut. Banyak pula aturan lalu lintas yang dilanggar.
Pada sisi lain, Senin pun dianggap menjadi hari pengusik mereka dari nyamannya liburan akhir pekan. Tak aneh apabila mereka sangat merasa malas menghadapi Hari Senin. Bahkan sebagian orang tidak menyukainya karena kemacetan yang ditengarai karena sibuknya aktivitas masyarakat di Hari Senin. Padahal di balik segelintir fakta mengenai fenomena Hari Senin yang dicap buruk, ada pula kejadian dan peristiwa positif di yang membuat kita seharusnya membuang kalimat 'I don?t like Monday' jauh-jauh. Apa sajakah itu?
Hari Senin detak jantung menjadi lebih aktif bekerja. Mengapa hal itu bisa terjadi? Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, detak jantung manusia lebih cepat karena di Hari Senin manusia lebih siap berhadapan dengan kegiatan-kegiatan kejutan. Yang mana apabila jantung berdetak lebih cepat,maka itu akan baik bagi kesehatan. Tak hanya itu, senin pula menjadi hari saat Rasulullah SAW dilahirkan dan wahyu pertama kali diturunkan. Begitu istimewa sekali bukan Hari Senin dipilih menjadi hari bersejarah bagi umat Muslim sedunia?
Nampaknya orang-orang telah salah berargumen dengan menyalahkan Hari Senin sebagai perusak kenyamanan liburan, hari sibuk dan hari yang paling membosankan. Sehingga tak aneh apabila hari senin banyak dibenci masyarakat yang butuh akan liburan. Terlepas dari itu, Senin menjadi hari yang menyimpan begitu banyak keistimewaan di dalamnya. Oleh karena itu, masyarakat seharusnya membuang tanggapan buruk mengenai senin, rubah pola pemikiran kita dengan menjadikan Hari Senin sebagai tonggak awal, perintis semangat dalam menjalani kegiatan.
