Bernas.id – Anak merupakan anugerah yang dititipkan oleh Allah kepada kita. Anak adalah harta yang sangat berharga bagi orang tua di dunia maupun di akhirat. Orang tua akan berkorban jiwa raga untuk keberhasilan anaknya.
Tidak ada satu pun anak di dunia ini yang ingin dilahirkan dengan tidak sempurna. Namun Allah menitipkan anak-anak istimewa kepada orang tua yang istimewa pula. Tentu kita sering mendengar kata autis. Ya, kata itu seringkali dianggap remeh oleh sebagian orang. Anak yang menderita autis seringkali dianggap sebelah mata, oleh sebagian orang bahkan tidak tanggung-tanggung dianggap aneh dan gila.
Autis merupakan gangguan pada perkembangan otak. Gejala yang ditimbulkan berbeda pada setiap anak. Apakah anak autis termasuk anak yang bodoh? Eits, tunggu dulu. Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Seperti pada manusia umumnya, anak autis juga memiliki kelebihan dan kekuranganya. Anak autis memang sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, selain itu ia juga sulit mengungkapkan perasaannya. Oleh karena itu, seringkali kita melihat anak autis tiba-tiba menangis atau marah-marah sendiri. Kekurangan itulah yang seringkali dianggap aneh, sehingga seringkali mereka dikucilkan oleh teman-teman bahkan orang tua dari temannya.
Tentu tidak asing di telinga kita, nama tokoh Albert Enstein, Isaac Newton. Mereka adalah orang genius yang sangat terkenal, namun mereka juga termasuk anak autis, lo! Jadi, apakah anak autis itu tidak pandai? Belum tentu. Anak autis memiliki beberapa kelebihan, seperti mereka cenderung berpikir logis daripada mengandalkan emosi, lebih perhatian terhadap sesuatu, dan biasanya mereka memiliki daya ingat yang tajam. Kelebihannya lagi, anak autis pada umumnya juga pandai berhitung.
Nah, untuk menemukan potensi dari anak autis, memang butuh kesabaran dan usaha yang luar biasa. Kita harus bisa memasuki dunia anak autis, baru kemudian memperkenalkan dan mengajaknya keluar untuk masuk dalam dunia kita. Bagi Bunda yang memiliki anak autis, janganlah berkecil hati. Anak autis bisa melejitkan potensinya masing-masing, dengan kekuatan cinta kasih Bunda dan keluarga. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi orang tua dalam mendidik anak autis di antaranya:
1. Semangat
Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya. Semangat Bunda dan keluarga akan menjadi semangat bagi mereka.
2. Terus Belajar Dari Ahlinya
Bunda harus membekali diri dengan pengetahuan tentang autis. Dengan berbekal pengetahuan, dapat bekerja sama dengan dokter atau terapis, maupun guru yang berkompetensi mengatasi anak autis.
3. Menyelami Bakat Anak Autis
Bunda harus mencari tahu, anaknya yang autis tersebut suka melakukan aktivitas apa, misalnya menghafal atau menulis atau lainnya. Setelah tahu hobi mereka maka dukunglah hobi tersebut dengan memfasilitasi bakat anak. Buatlah jadwal untuk mereka melakukannya secara rutin dan konsisten.
4. Hargai setiap usahanya
Setiap manusia selalu ingin dihargai, demikian juga dengan anak autis, mereka juga ingin dihargai. Oleh karena itu hargailah setiap kebaikan yang mereka lakukan. Dengan begitu mereka dapat lebih percaya diri lagi melakukannya.
Ada beberapa anak autis yang justru prestasinya melebihi orang yang dikatakan normal. Sebutlah ia Muhammad ammar, remaja kelahiran 7 Februari 1993 ini, mampu menulis kamus bergambar 3 bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab). Juga Kharisma Rizki Pradana, yang mampu menghapal 250 lagu, bahkan memperoleh rekor MURI.
Dengan ketelatan dan keuletan para orang tua, dalam membimbing anak autis untuk menemukan bakat dan sisi terbaik mereka, maka akan muncul generasi Enstein-enstein berikutnya. So, tidak akan ada lagi yang memandang sebelah mata bagi penderita autis. Bagi lingkungan sekitar penderita autis, mari kita bantu para penderita autis untuk bisa melejitkan potensi yang tersimpan dalam diri mereka. Sehingga penderita autis dapat hidup layak seperti pada umumnya. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.
