Bernas.id – Tukang sayur dengan ibu-ibu, identik bisa menjalin kekerabatan yang baik. Kehadiran tukang sayur yang lewat di depan rumah, memang sangat membantu ibu-ibu dalam penyediaan bahan makanan. Jika sehari saja tukang sayur tidak datang, pasti ibu-ibu merasa kecewa dan bingung untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan harian.
Tapi di balik kedekatan ibu-ibu dan tukang sayur, tahukah bahwa ada kemirisan yang dirasakan oleh para penjual sayur? Apa saja ?kekejaman? yang biasa dilakukan ibu-ibu terhadap tukang sayur? Berikut ulasannya.
1. Menawar Barang Dagangan Terlalu Murah
Tawar menawar dalam jual beli sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi untuk sayur yang harganya naik turun. Ibu-ibu pembeli tentu menginginkan menekan biaya kebutuhan makan harian hingga serendah mungkin. Tapi harus ingat bahwa menawar tetap dalam batas yang wajar. Jangan sampai penjual tidak ikhlas melepas barang dagangannya terlalu murah.
2. Selalu Ingin Dilayani Terlebih Dahulu
Memiliki berbagai kesibukan yang padat di rumah, membuat ibu-ibu ingin segera menyelesaikan urusan membeli sayur. Jadi ibu-ibu sering terburu-buru berbelanja sayuran. Tetapi, jika semua ingin dilayani terlebih dahulu, akan membuat pedagang kebingungan dan kegiatan jual beli menjadi berantakan.
3. Mencaci Maki Kualitas Barang Dagangan
Sudah menawar sangat rendah, masih juga mengolok-olok kualitas barang dagangan tukang sayur. Belum lagi membandingkan dengan tukang sayur lain secara terang-terangan. Hal tersebut akan membuat tukang sayur menjadi kecewa, karena bagaimana pun, setiap penjual yang baik, akan menjual dagangan yang berkualitas bagus.
4. Sudah Memesan Barang Tetapi Tidak Jadi Dibeli
Kebiasaan lain para ibu rumah tangga pembeli sayur, adalah memesan barang untuk meminta tukang sayur membawakan keesokan harinya. Jika barang pesanan tidak jadi dibeli, dan memang tidak dijual setiap harinya oleh tukang sayur, tentu saja menimbulkan kerugian bagi tukang sayur tersebut.
5. Berhutang Dalam Jangka Waktu Lama dan Tidak Ada Kejelasan
Meski jumlahnya sedikit, hutang yang dilakukan berulang-ulang bisa merugikan tukang sayur. Modal tukang sayur yang tidak terlalu besar akan macet, jika ada yang menghutang dagangannya. Seharusnya para pembeli yang biasa berhutang menyadari, bahwa uang hasil penjualan akan dipakai untuk modal membeli dagangan keesokan harinya.
6. Mengutil
Ada lagi kelakuan ibu-ibu tertentu yang berakibat sangat merugikan tukang sayur, yakni mengutil. Bisa jadi ibu-ibu ?nakal? tersebut menyelipkan barang kecil ke kantong, atau tidak jujur dalam menghitung jumlah pembelian. Mungkin sebenarnya tukang sayur mengetahui tabiat buruk tersebut, tetapi enggan menegur karena masih menghormati pembelinya agar tidak malu di hadapan banyak orang.
7. Menentukan Untuk Mengambil Bonus Sendiri
Kedzaliman terakhir yang dilakukan oleh ibu-ibu pada penjual sayur ialah mengambil bonus sendiri. Harga sayur yang seringkali tidak bulat, membuat ibu-ibu tergiur untuk menggenapkannya dengan barang tertentu. Padahal, seharusnya ibu tersebut menanyakan terlebih dahulu kepada tukang sayur apakah memperbolehkan atau tidak.
Jadi, itulah ulasan mengenai perbuatan sepele yang dilakukan ibu-ibu, tetapi efeknya besar terhadap tukang sayur. Jangan sampai, perbuatan-perbuatan tersebut menjadi timbunan dosa jika dilakukan terus menerus.
