Bernas.id ? Jika kita perhatikan di tahun 2017 ini, hampir seluruh stasiun televisi sudah menyelipkan tayangan berita dengan bahasa isyarat. Walaupun hanya satu kotak kecil di pojok kanan bawah televisi kita. Tentunya hal tersebut sangat membantu para penyandang tunanetra dan tunawicara di Indonesia. Kemampuan para penerjemah bahasa isyarat luar biasa. Kamu bisa bayangkan seluruh kalimat pada berita bisa mereka artikan dengan isyarat sampai ke obrolan basa-basi dari sang pembawa berita sekali pun.
Ternyata menyenangkan lo belajar bahasa isyarat. Berikut tips bagi kamu yang ingin mencoba belajar bahasa isyarat.
Pertama
Ada dua jenis metode yang harus kamu pelajari yaitu Sibi (Sistem Bahasa Isyarat) dan Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia). Kenapa harus keduanya? Karena para penyandang tunarungu dan tunawicara ini tidak selalu menggunakan metode yang sama, namun keduanya memang hampir mirip.
Kedua
Mulailah belajar dari abjad karena abjad yang akan membantu kamu berinteraksi ketika kamu belum tahu dan belum hapal semua isyarat dari setiap kata. Maka, mau tidak mau kamu harus mengejanya bukan?
Ketiga
Jadilah interaktif dan ekspresif. Para penyandang tidak akan tahu apa yang kamu coba ungkapkan jika wajahmu datar saat berisyarat. Karena mereka pun tidak mendengar apa yang kamu coba ucapkan. Maka ekspresi wajah menjadi hal penting begitu pula dengan gerak mulut. Ada baiknya saat berisyarat, mulut kita ikut menggerakkan kata yang ingin diucapkan.
Nah, kamu harus coba juga ya untuk sesekali terjun langsung menemui orang-orang berkemampuan khusus dan belajar dari mereka. Banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita ambil. Dengan begitu pula secara tidak langsung mereka pasti akan merasa lebih bahagia karena ternyata ada banyak orang yang mengerti dan mau berkomunikasi dengan mereka.
Selamat mencoba!
