Bernas.id – Cinta tumbuh di mana saja, dengan caranya sendiri. Terkadang, cinta datang seenaknya tanpa mempertimbangkan sang pemilik hati untuk memilih siapa yang akan dijadikan tambatan jiwa.
Ada kalanya, dalam hubungan percintaan, kita secara tidak sengaja menyukai orang yang sama dengan pujaan hati sahabat kita. Atau, sahabat kita terlanjur jatuh hati pada orang yang kita suka. Terutama para wanita, hal ini sangat lazim ditemui. Hal yang sudah umum, namun dampaknya bisa merugikan. Hubungan persahabatan yang telah dibangun bisa saja hancur karena perkara sepele seperti ini. Janji-janji manis untuk bersama selamanya apa pun yang terjadi, sekarang nyaris di ujung kuku.
Ketika masalah yang terjadi menyangkut masalah hati, siapa yang rela mengalah? Seandainya mengalah pun, relakah kita melihat dambaan hati kita bersanding dengan orang terdekat kita? Kadang, cinta memang bisa menghancurkan hubungan pertemanan seperti ini.
Salah satu jalan untuk mengatasinya adalah dengan merelakan. Berjuang untuk mendapatkan si dia, boleh saja. Namun, hasilnya tetap di tangan sang doi. Apakah dia memilih kita, atau sahabat kita, ataukah orang lain.
Jikalau pujaan hati kita memilih bersanding dengan orang lain, setidaknya hubungan persahabatan kalian akan terselamatkan. Kalian bisa berbagi duka bersama, berpelukan di bawah hujan sambil menyadari bahwa dia bukanlah orang yang tepat untuk kalian. Hubungan persahabatan kalian pun semakin erat karena telah jatuh bersama, dan perlahan kalian akan saling menyemangati untuk bangkit lagi.
Namun beda halnya jika tambatan hati memilih salah satu dari kalian. Yang jelas, kalian harus ikhlas jika ternyata dia lebih memilih sahabatmu. Jika dia memilihmu, tentunya sahabatmu akan sakit hati. Namun, sahabat yang baik pastinya akan memahami dan perlahan merelakan dia denganmu. Begitu pun kamu, jika si dia memilihmu, tetap tempatkan sahabatmu menjadi prioritasmu. Jangan abaikan orang yang telah mendukungmu sejak lama hanya karena cinta. Kamu tetap harus membantunya bangkit dari keterpurukan, bukannya meninggalkannya dengan luka hati.
Jika mimpi burukmu terjadi, yaitu pujaan hatimu lebih memilih sahabatmu, kamu harus merelakan dan mendukung sahabatmu. Mungkin pujaan hatimu bukan orang yang tepat untukmu. Percayalah kelak kamu akan menemukan pangeran sejatimu, bangkitlah dan jangan kalah dengan keterpurukan.
Bagaimanapun, menyukai orang yang sama dengan sahabat memang perkara yang tidak bisa dicegah. Bagaimana cara kita menyikapinya, itulah yang akan menentukan bagaimana hubungan persahabatan kita ke depannya.
