Bernas.id ? Mendengar nama Boko Haram, maka bayangan yang timbul adalah kelompok militan yang giat melakukan penculikan dan pengeboman. Namun pemerintah negara bagian Borno di Nigeria utara memiliki pandangannya tersendiri mengenai cara memperlakukan Boko Haram. Mereka berniat menjadikan rumah pendiri Boko Haram sebagai museum.
Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Urusan Dalam Negeri Mohammed Bulama. Kepada wartawan News Agency of Nigeria, Bulama menjelaskan kalau museum ini bakal menampilkan segala hal terkait pemberontakan Boko Haram.
Selain untuk menarik turis dan menambah pemasukan bagi negara bagian Borno, dibukanya museum di rumah pendiri Boko Haram tersebut diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran untuk generasi berikutnya.
?Tempatnya bernama Maarcas. Kami ingin membangun museum di sana di mana semua hal terkait pemberontakan bakal diarsipkan. Kami ingin mendokumentasikan dan mengarsipkan semua yang terjadi supaya generasi mendatang kita bisa memperoleh akses informasi,? kata Bulama.
Boko Haram pertama kali didirikan oleh seorang pemuka agama lokal yang bernama Mohammed Yusuf. Awalnya kelompok yang ia dirikan adalah sebuah jaringan kelompok agama biasa.
Namun sejak tahun 2009, kelompok pimpinan Yusuf tersebut mulai beralih ke metode kekerasan. Akibatnya, Yusuf pun tewas dibunuh oleh aparat Nigeria di tahun yang sama. Namun tewasnya Yusuf tidak menghentikan aktivitas Boko Haram dan kelompok tersebut masih tetap aktif melakukan perlawanan hingga sekarang.
Selain kediaman Yusuf, pemerintah Borno juga berniat menjadikan hutan Sambisa sebagai objek wisata. Saat Boko Haram tengah aktif-aktifnya, hutan tersebut digunakan oleh kelompok yang bersangkutan sebagai markas rahasia mereka.
?Apa yang ingin kami lakukan saat stabilitas sudah tercapai seutuhnya adalah mengubah hutan ini menjadi objek wisata demi menunjukkan kepada dunia apa yang sudah terjadi sebenarnya. Sebelum pemberontakan, kami pernah punya olah raga berburu di sini. Kami berencana menghidupkannya kembali,? kata Bulama.
