Bernas.id ? Di berbagai media sosial, akhir-akhir ini sedang populer kata ?It?s zaman now, kids zaman now?, dan percampuran bahasa lainnya. Dalam mengungkapkan sesuatu dalam percakapan sehari-hari, generasi jaman now juga sering mencampurkan dua bahasa. Apakah anda juga sering menggunakannya?. Namun sebenarnya apa yang melatarbelakangi fenomena itu?. Jika dilihat dari sisi sosiolinguistik, mencampurkan dua bahasa dalam satu ujaran akrab disebut code-mixing. Menurut salah satu ahli linguistik campur bahasa (code-mixing) adalah percampuran atau kombinasi dari dua bahasa atau lebih dalam satu kalimat. Contohnya ?Oh my God, kenapa suasananya jadi awkward banget??, contoh lain yang sering dijadikan judul video pendek ?perbedaan kids zaman now dan zaman old?.
Sikap bahasa atau language attitude erat kaitannya dengan percampuran bahasa (code-mixing). Mendewakan suatu bahasa atau menganggap bahwa suatu bahasa lebih keren, merupakan salah satu faktornya. Tak terelakkan lagi bahwa globalisasi menjadi faktor utama yang mempengaruhinya. Informasi antar kota, pulau, dan negara dapat diakses dengan mudah. Budaya dan bahasa asing berkompetisi saling memberikan pengaruh satu sama lain. Film Hollywood, Drama Korea menjadi idola para generasi zaman now, sehingga mereka berfikir bahwa Bahasa Inggris lebih keren dari pada Bahasa Indonesia. Orang yang bisa berbahasa Inggris lebih terlihat intelek, dan orang yang bisa berbahasa Inggris merupakan manusia modern. Pemikiran yang seperti inilah yang disebut sikap bahasa, atau persepsi seseorang terhadap suatu bahasa. Karena persepsi tersebutlah menjadikan maraknya penggunaan kata ?kids zaman now? dan kawanannya agar menjadikan suatu kalimat terdengar lebih cool.
Namun, perlu diperhatikan bahwa dengan maraknya percampuran bahasa, cukup menghawatirkan bagi kaidah kebahasaan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu generasi jaman now harus memiliki bekal pengetahuan yang baik tentang Bahasa Indonesia. Jangan sampai bahasa ibu kita rusak karena ketidakpedulian dan ketidaktahuan kita. Memanfaatkan KBBI daring saat ragu untuk menuliskan suatu kata, bisa menjadi solusi. Selain itu, untuk Bapak dan Ibu pengajar Bahasa Indonesia, pada khususnya; supaya lebih peka dan waspada terhadap fenomena yang dapat mengancam kaidah kebahasaan Bahasa Indonesia.
