Bernas.id – Kamu ingin menulis cerpen? Namun kamu bingung apa yang harus kamu lakukan? Yuk, baca tips menulis cerpen berikut ini. Check it out!
1. Banyak Membaca
Kamu dapat menulis karena kamu dapat membaca. Iya kan? Kata orang, untuk membuat satu kalimat, kamu harus mengenal seribu kalimat. Ketika kamu membaca karya orang lain, secara tidak sadar kamu belajar merangkai kalimat kamu sendiri. Selanjutnya, yang harus kamu perhatikan, jangan terpengaruh dengan tulisan penulis lain. Kamu harus memiliki ciri khas dan gaya bahasa kamu sendiri. Cari dan temukan itu!
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
2. Feel The Passion
Pikirkan ide-ide yang ada, bayangkan kalau cerita kamu benar-benar nyata dan bisa masuk ke dalam mimpi kamu. Kalau sudah ada ide, jangan didiamkan saja, sebab bisa lupa. Sebaiknya, segera kamu catat di note. Yang perlu kamu catat adalah adegan-adegan yang muncul saat itu. Lalu, buat plotnya.
Apa itu plot? Plot adalah jalan cerita. Tulis singkat-singkat saja. Ada juga penulis yang menulis tanpa plot. Untuk kamu yang baru mulai menulis, sebaiknya gunakan plot. Kenapa? Supaya jalan cerita kamu teratur dan tetap fokus. Kamu tidak perlu takut kehilangan ide di tengah-tengah proses menulis. Karena sebelum mulai menulis, kamu sudah tahu jalan cerita kamu, akhir cerita kamu, bahkan kamu juga sudah bisa tahu akan jadi berapa bab masterpiece kamu. Plot ini jangan terlalu kaku. Di tengah-tengah, kamu juga bisa mengubah plot kamu sedikit-sedikit. Kalau kamu bukan tipe penulis yang menggunakan plot, menulis dengan cara let it flow (mengalir) juga tidak masalah.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
3. Just Begin With One Word
Pada saat memulai, kamu akan ketagihan. Yang penting kamu harus punya keberanian untuk mulai menulis. Asal kamu sudah mulai, kamu tidak akan bisa berhenti, karena ide sudah meledak-ledak di kepala kamu. Jika cerita kamu tidak selesai, buat cerpen 3 halaman saja. Lalu, tambahkan secara bertahap menjadi 10 halaman, 50 halaman, bahkan bisa mulai membuat light novel sampai 100 halaman lebih.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
4. Finishing
Cerita kamu sudah benar-benar selesai? Yakin? Kalau sudah selesai, periksa kembali kata-kata kamu atau alur cerita kamu. Siapa tahu ada yang tidak nyambung, misalnya seperti ini.
Di tengah cerita Kimshin sudah mati. Lha, kok dia malah ciuman dengan Ji Eun Tak? Nah lho, kapan dia hidup lagi?
Ini yang dimaksud dengan pemeriksaan alur. Pastikan tidak ada adegan di cerita kamu yang bertentangan dengan adegan sebelumnya. Ini bagian yang paling susah karena kamu harus mengingat secara mendetail tentang seluruh adegan yang ada di cerita kamu. Apalagi kalau cerita kamu sudah 100 halaman lebih.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
5. Publish
Untuk apa kamu menulis jika tidak ada reader. Sebagai penulis kamu butuh kritik dan saran yang membangun dan juga butuh pujian. Intinya kamu butuh pengakuan kalau kamu adalah seorang penulis. Untuk pengakuan ini, kamu harus punya pembaca. Misalnya, mentormu yang memberikan feedback.
Pembaca bisa kamu dapatkan di mana saja. Kamu bisa meminta teman-teman kamu agar membaca cerita kamu, atau terbitkan di koran atau penerbit. Zaman now, zaman internet seperti ini, kamu tidak perlu pusing untuk publish cerita kamu. Kamu bisa publish di blog atau forum kepenulisan.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
6. Be a good reader
Yang ini nggak kalah penting. Jangan berharap orang lain membaca cerita kamu, kalau kamu tidak sering membaca cerita orang lain. Berikan vote pada cerita yang kamu suka, puji atau kritik penulis tersebut. Karena penulis lain juga sama seperti kamu yang butuh pengakuan. Jadi jangan hanya jadi sider atau silent reader aja, ya!
Dan yang paling penting, ketika ada yang mengkritik, jangan ngambek. Jadikan itu cambuk untuk membuat cerita kamu lebih baik lagi. Jadi, apakah kamu sudah siap menulis cerpen?
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
