Bernas.id ? Sekolah adalah rumah kedua bagi anak yang sudah masuk usia berpendidikan. Banyak anak menghabiskan waktu di sekolah lebih lama daripada di rumah. Saat memilih “rumah” kedua bagi buah hati, ayah dan bunda seringkali bingung. Banyak kekhawatiran akan kesesuaian kepribadian anak dan tipe sekolah yang akan dimasuki. Sebelum memutuskan sekolah mana yang akan dimasuki, sebaiknya ayah dan bunda mempelajari jenis-jenis sekolah umum yang ada disekitar kita saat ini. Ulasan dibawah ini akan sedikit menjelaskan untuk Anda:
1. Sekolah umum
Sekolah ini menggunakan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Nasional Indonesia tanpa modifikasi. Metode pembelajaran banyak penjelasan dari guru yang mengajar. Mata pelajaran yang dipelajari oleh para siswa sudah ditentukan secara terperinci. Pengelolaan sekolah ini berada dibawah dinas pendidikan dan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Jumlah siswa dalam satu kelas antara 25-36 orang, bahkan mungkin saja lebih dengan. Sekolah menugaskan satu guru wali kelas sebagai pengelola setiap kelas. Jam belajar berkisar antara 5 s.d. 8 jam pelajaran. Jenis sekolah ini memiliki peraturan yang mengikat siswanya. Penggunaan seragam setiap hari, belajar di dalam yang kelas tertutup, ujian yang selalu terjadwal, membuat sekolah ini cocok dimasuki oleh anak-anak yang mampu mentaati aturan. Perkembangan kognitif menjadi target dari jenis sekolah ini.
2. Sekolah keagamaan
Sekolah jenis ini biasa dikelola oleh satu paham agama tertentu. Secara umum, sekolah ini sama dengan sekolah umum. Dari sisi jam belajar dan jumlah siswa. Hanya saja kurikulum yang digunakan adalah penggabungan antara kurikulum nasional Indonesia digabungkan atau ditambahkan dengan muatan agama yang lebih banyak. Metode pembelajaran pun sama dengan sekolah umum. Biasanya orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah ini, karena ingin output-nya nanti, anak memiliki pemahaman agama yang lebih mendalam.
3. Satuan pendidikan kerja sama
Belakangan, banyak berkembang sekolah atau kelas internasional. Kurikulum yang digunakan mungkin saja gabungan dari kurikulum Nasional Indonesia dengan International Baccaulaureate atau Cambridge. Sekolah jenis ini hanya berbeda dari jenis kurikulum yang digunakan dan metode pembelajaran dengan sekolah umum.
4. Sekolah alam
Berbeda dengan tiga jenis sekolah sebelumnya, sekolah Alam adalah jenis sekolah konvensional yang jarang sekali berseragam. Siswa lebih sering menggunakan pakaian bebas. Sesuai dengan namanya, bagi sekolah ini, alam adalah laboratorium dan tempat belajar bagi siswa. Metode pembelajaran sekolah ini mengharuskan siswa aktif melakukan kegiatan secara langsung. Semisal, belajar dapat dilakukan di sungai jika materinya tentang perairan dan biotanya. Jika mempelajari matematika dan ekonomi, siswa kadang belajar melalui fun cooking, lalu memasarkan hasil masakannya. Tak hanya itu, siswa juga dilatih kematangan dan kemandirian. Di sekolah jenis ini, siswa lebih banyak mengeksplor dirinya. Anak yang bersekolah di sekolah tipe ini cenderung lebih aktif, bebas mengemukakan pendapat dan berekspresi. Waktu belajar pada dasarnya sama dengan sekolah umum. Hanya saja, muatan kreativitas akan lebih banyak. Sekolah ini biasanya menerima anak berkebutuhan khusus. Setiap kelas didampingi oleh satu guru utama, dan satu guru pendamping. Jika ada siswa berkebutuhan khusus, akan disediakan satu lagi guru pendamping. Keterlibatan orang tua di sekolah ini sangat diharapkan, dibuktikan dengan project akhir tahun siswa yang diselesaikan dengan melibatkan orang tua.
Tak usah khawatir dengan jenis sekolah yang dimasuki oleh buah hati, jika Ayah dan Bunda sudah memahami bagaimana visi sekolah. Kesesuaian visi sekolah dengan tipe kecerdasan dan kepribadian anak akan memberikan hasil pendidikan yang optimal.