Bernas.id – Sabtu malam (4/11) telah berlangsung pertandingan bergengsi perebutan gelar kelas terbang yang diadakan oleh “One Pride MMA Fight Night 14” antara Suwardi si juara bertahan melawan Rudy Agustiawan di Jakarta.
Di awal laga, Suwardi langsung menyerang dan mendominasi pertandingan. Perpindahan posisi kerap terjadi. Suwardi tak kunjung mampu menjatuhkan Rudy. Suwardi terlihat begitu tenang dan sabar dalam mencari celah untuk menjatuhkan petarung dari Pitbull Academy itu.
Pertandingan terus berjalan, Suwardi terus mencari kesempatan secara continue untuk menjatuhkan Rudy dari jarak dekat. Percobaan pukulan dan melepaskan serangan lutut terus dilakukan. Tapi, Rudy dapat menghindarinya. Kondisi ini terus terjadi hingga ronde pertama usai.
Di ronde selanjutnya, Suwardi masih mendominasi permainan dan mencoba menerapkan strategi yang sama, namun Rudy si petarung dari pitbull lagi-lagi masih bisa menghindari serangan Suwardi dan ketika pukulan kecil dilancarkan Suwardi. Rudy kali ini bisa lebih bebas memukul dan melepaskan serangan lutut ke kepala Suwardi. Hingga akhirnya, wajah Suwardi memar.
Terlalu lama Suwardi dan Rudy bergelut, dan tempo pertandingan terasa alot. wasit David Stroom memisahkan keduanya. Keduanya kembali berada dalam posisi stand up. Setelah wasit menginstruksikan laga dimulai kembali, Suwardi langsung melepaskan pukulan telak ke wajah Rudy. Hingga ronde ke empat berakhir, kedua petarung belum mampu juga mengunci poin kemenangan.
Ronde kelima dimulai, situasi tak banyak berubah. Suwardi kali ini terus menyerang dari bawah dan Rudy terus bertahan sepanjang laga.
Pertandingan berjalan lambat. Hingga ronde babak kelima berakhir, situasi ini terus terjadi. Pemenang harus ditentukan lewat perhitungan skor. Ternyata poin Suwardi kalah tipis dari Rudy.
Suwardi harus mengakui kekalahan dramatisnya dari Rudy. Juri menganggap Rudy menang tipis karena serangan-serangannya yang berhasil menghantam Suwardi.
Walaupun Suwardi kalah, sang juara bertahan ini tetap bisa menerima kekalahannya dengan berlapang dada. Dia menyatakan akan melakukan evaluasi diri agar di pertandingan selanjutnya bisa memenangkan pertandingan dengan sempurna dan sesuai target.
Suwardi pernah mengikuti latihan pencak silat Setia Hati Terate sebelum dia menggeluti bidang tarung saat ini. Mayoritas dari pendukung Suwardi adalah para pesilat SH Terate, maka tidak heran apabila kemarin malam di aula pun jadi menghitam. PSHT pun memecahkan rekor dengan pendukung terbanyak di MMA One Pride Indonesia.
