Bernas.id – ASI, Air Susu Ibu sudah pasti lebih baik dibanding susu formula. ASI sebenarya mutlak hak anak. Namun, bagaimana jika ibu bekerja? Memberikan ASI sepertinya bukanlah hal mudah untuk dilakukan, sehingga ASI eksklusif yang wajib diperoleh anak selama enam bulan pertama kelahiran tidak dapat diberikan dengan maksimal. Namun, siapa bilang ASI eksklusif hanya bisa diberikan ibu di rumah? Sesungguhnya, ibu bekerja pun mampu mamberikan ASI secara eksklusif untuk bayinya, jika mantra sederhana ini dilakukan. Yuk, simak ulasannya!
1.Niat ikhlas dan cinta pada anak
Apapun kegiatannya, jika hal itu dilandasi niat yang baik dan benar, jelas pasti jalan. Cinta saja tidak cukup jika hanya terbatas kata. Pun cinta ibu. Setiap ibu pasti menjawab mencintai anaknya, tetapi hal-hal yang diberikan pada masing-masing ibu kepada bayinya mungkin akan berbeda. Cintai anak dengan menunjukkan rasa cinta itu. ASI adalah bukti cinta ibu yang tidak terbantahkan. Ikhlaskan niat untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi ibu. Niat yang kuat akan menepis segala macam rintangan. Bahkan, niat yang kuat juga akan memudahkan aliran ASI lebih deras keluar karena sugesti yang kuat mampu merangsang hormon kasih sayang lebih aktif.
2.Manajemen waktu pumping
Memberikan ASI pada bayi, perlu waktu khusus. Ibu bekerja, harus lebih mampu mengatur waktu terutama waktu pumping. ASI tidak akan berhenti berproduksi apabila permintaan masih tinggi. Artinya, ASI dalam payudara ibu harus sering dikeluarkan. Pumping ASI minimal setiap dua jam sekali. Manajemen waktu pumping ini dapat menjaga kuantitas jumlah ASIP (Air Susu Ibu Perah) sehingga diharapkan persedian memenuhi.
3. Pilih alat pumping yang tepat
Untuk ibu yang bekerja, maka tidak bisa dipisahkan dengan pumping. Ada banyak merek dan jenis pompa asi yang beredar di pasaran. Setiap ibu pasti memiliki tingkat kecocokan tertentu dari setiap merek yang ditawarkan. Memilih alat pumping yang baik tentunya sangat dibutuhkan para ibu. Jangan pilih pumping yang melukai payudara ibu terutama sekitar puting. Tarikan dari alat pumping untuk setiap merek bisa berbeda tingkatan. Pilihlah alat pumping yang menyatu dengan botol ASIP. Jangan memilih pumping yang hanya memiliki sedikit wadah ASIP. Alat pumping jenis ini hanya sebagai pembantu saja agar ASI lancar, bukan sebagai penadah ASIP. Secara teori, ibu boleh pumping setelah bayi kenyang atau pumping dilakukan hanya untuk mengosongkan payudara selepas pemberian ASI. Namun, hal ini jangan dilakukan oleh ibu bekerja. Ibu bekerja butuh stok ASI lebih banyak sebagai persedian ASIP. Lakukan pumping lebih dulu, setelah botol terpenuhi, baru berikan sisanya untuk bayi. Jangan khawatir, ASI dalam payudara tidak akan kosong.
4. Tambah asupan gizi dan makanan
ASI adalah saripati makanan ibu. Perhatikan pola konsumsi makanan, jika ibu ingin mendapat ASIP dengan kualitas baik. Sayuran dan kacang-kacangan sudah menjadi menu wajib untuk ibu. Ibu bekerja pemberi ASIP, wajib nyemil makanan berat. Perhatikan asupan gizi yang dimakan. Selama sayur dan buah terpenuhi, ibu menyusui tidak wajib membeli susu. Jika ingin menambah nutrisi melalui susu, memilih susu sapi segar lebih baik dibandingkan susu formula ibu menyusui.
Menyusui menjadi kegiatan paling menyenangkan yang bisa dilakukan ibu dan anak. Bonding antara ibu dan anak pada masa ini berefek panjang di masa depan anak.
