Bernas.id – Geliat bisnis zaman kini rupanya sudah merambah tidak hanya para laki-laki saja. Ibu rumah tangga pun beramai-ramai mulai mencoba berwirausaha di rumah.
Saat ini sudah menjamur fenomena para ibu rumah tangga yang menggeluti dunia bisnis di rumah. Mulai dari bisnis kuliner, fashion, kosmetik, bisnis jaringan, bisnis direct selling, bahkan yang berani terjun di dunia properto pun sudah ada.
Kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri memegang andil yang cukup besar. Hanya bermodal smartphone, kini setiap orang dengan mudah dapat membuka usaha. Peluang usaha pun bertebaran di sana-sini terutama bisnis online.
Kemudahan fasilitas komunikasi inilah yang membuat orang banyak tertarik mencoba peluang-peluang bisnis yang bermunculan ditawarkan.
Ditambah lagi dengan berbagai macam media sosial yang mempermudah dan mempercepat komunikasi, membuat orang tergiur untuk memulai usaha. Termasuk fenomena istilah emak dasteran yang berpenghasilan jutaan.
Menjadi emak dasteran yang berbisnis tentunya mengalami metamorfosa kehidupan. Mulai dari melakukan aktivitas keseharian yang notabene urusan domestik, berkembang dan bertambah mengurusi bisnis.
Bagi beberapa ibu rumah tangga ada yang sukses menjalankan dua peran sekaligus, keluarga dan bisnis. Tapi bagi sebagian lainnya memiliki kesulitan tersendiri dalam mengatur waktu, menentukan prioritas, dan bertahan dengan karakter ibu rumah tangga yang full mengurusi suami, anak-anak, dan rumah.
Agar ibu rumah tangga yang berbisnis dapat mempertahankan karakter yang sesungguhnya, maka perlu melakukan tips agar tetap menjadi ibu rumah tangga yang dicintai dan dirindukan selalu oleh suami dan anak-anaknya. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
Tetaplah dengan ritme yang sudah ada
Jika sebelumnya Anda memiliki ritme aktivitas mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, mengantar anak sekolah atau kegiatan lainnya, maka tetaplah lakukan hal yang sama. Bisnis adalah tambahan kegiatan. Oleh karena itu bisnis Anda dikerjakan di luar aktivitas rutin yang sudah ada. Kecuali bagi ibu rumah tangga yang harus menjalankan bisnis sebagai kegiatan utama karena kondisi dan kebutuhan rumah tangga. Hal itu pun tentunya atas dasar izin dari suami.
Menjaga bonding dengan pasangan dan anak-anak
Kesibukan baru dalam bisnis sering mencuri perhatian ibu rumah tangga. Aktivitas domestik yang sudah padat harus bertambah dengan aktivitas yang baru. Hal ini menyebabkan seorang ibu rumah tangga menambah konsentrasi perhatian dan fokusnya dari keluarga. Seringkali garapan bisnisnya mengurangi perhatian kepada suami dan anak-anak. Lambat laun terjadi perubahan perilaku yang pada awalnya tidak disadari. Seperti mulai jarang berkomunikasi dengan keluarga karena kesibukan barunya. Komunikasi langsung beralih menjadi komunikasi via handphone dengan keluarga, alasannya untuk menghemat dan mempercepat waktu dan urusan. Padahal sesungguhnya perubahan pola komunikasi seperti itu akan melemahkan bonding atau ikatan keluarga dengan suami dan anak-anak. Sehingga semakin lama semakin keringlah komunikasi dalam keluarga.
Perketat jadwal penggunaan smartphone dan social media
Jika Anda mampu mengendalikan jadwal penggunaan smartphone dan aktivitas social media, sebenarnya Anda sudah mampu mengendalikan diri sendiri. Penjadwalan diperlukan agar Anda teratur dan terjaga ritme aktivitas rutin di keluarga. Misalkan Anda membuat jadwal online di social media pada malam hari selepas anak-anak tidur malam. Maka Anda akan dengan leluasa online untuk keperluan bisnis. Anda pun dapat membuat jadwal jam berapa dapat merespon konsumen atau prospek di smartphone dan social media Anda. Jika pun masih sulit dilakukan, maka meminta izin kepada suami dan anak-anak atas waktu yang mengharuskan Anda fokus sejenak di social media dan chat smartphone Anda.
Tiga Tips ini memudahkan Anda menjalankan bisnis beriringan dengan pekerjaan rutin Anda sebagai ibu rumah tangga. Sehingga Anda pun tetap berdaster dengan nyaman tapi beromzet jutaan. Siapa bilang emak dasteran gak bisa punya income jutaan.
