Bernas.id –
Hari gini masih buang hajat sembarangan?
Hellooo, udah abad ke 21 kali…. Masih aja BAB sembarangan?
BABS atau perilaku buang air besar sembarangan, masih marak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data dari Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2015, sekitar 51 juta penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan. Buang air besar di samping sungai dan di pantai, masih menjadi pilihan beberapa kalangan masyarakat. Namun, yang lebih mencengangkan adalah perilaku ini tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman, tetapi juga di wilayah pulau Jawa dan beberapa wilayah lainnya.
Sebanyak 55 juta jiwa penduduk Indonesia masih membuang air besar di sembarang tempat. 10 juta di antaranya adalah masyarakat Jawa Tengah. Data ini diungkapkan Kepala Sub Bidang Higienis, Sanitasi, dan Penyakit Dirjen Kementerian Kesehatan, Mahmud Yunus di Kendal, Jawa Tengah. Tidak hanya dipPulau Jawa, namun juga di kota besar lainnya. Dinas Kesehatan kota Padang mencatat, sebanyak 9.730 Kepala Keluarga (KK) tidak memiliki jamban, dan masih memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).
Dinas Kesehatan Kota Padang juga menyebutkan ada juga golongan KK yang sudah memiliki jamban, namun masih belum dikatakan layak yang berjumlah 2.863 KK. Mereka tersebar di kecamatan Padang Barat, Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, dan Padang Selatan.
Tentu saja perilaku ini sangat mengkhawatirkan dan mengganggu pola hidup sehat masyarakat. Kegiatan mandi, buang hajat, dan mencuci pakaian yang dilakukan pada aliran sungai yang sama, tentu menjadi sumber penyakit. Kebiasaan buruk ini dapat memicu perkembangan bakteri escherichia coli, yang merupakan sumber penyakit diare. Tidak hanya itu. Penyakit pneumonia pun akan mewabah yang disebabkan terjadinya pencemaran tinja melalui udara.
Lantas bagaimana cara menangani hal ini? WHO mencatat 88 persen angka kematian akibat diare disebabkan kesulitan mengakses air bersih dan keterbatasan sistem sanitasi. Sehingga menyediakan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat menjadi salah satu solusi yang diberikan. Selain itu, diperlukan pula keselarasan antara pemerintah dan masyarakat dalam menunjang program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini merupakan upaya dalam meningkatan sanitasi lingkungan daerah permukiman. Sebagaimana yang dilakukan oleh kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Menggencarkan gerakan 'Stop Buang Air Besar Sembarangan', demi mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan ini dilakukan oleh aparat pemerintah setempat guna mendukung peringatan Hari Kesehatan Nasional, November 2017 mendatang.
Ayo, dukung Germas! Gerakan Masyarakat untuk hidup sehat.
