Bernas.id ? Masih segar dalam ingatan kita kalau tahun lalu, Inggris menggelar referendum untuk menentukan nasib keanggotaannya di Uni Eropa. Referendum yang juga dikenal dengan nama alias ?Brexit? tersebut berhasil dimenangkan oleh golongan yang menginginkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Langkah demi langkah pun sudah mulai ditempuh oleh pemerintah Inggris untuk mempersiapkan keluarnya negara mereka dari Uni Eropa secara permanen. Paspor menjadi salah satu cerminan kalau Inggris memang benar-benar serius ingin keluar dari organisasi regional tersebut.
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Jumat (22/12/2017) mengumumkan perubahan pada paspor negaranya. Jika selama ini Inggris menggunakan paspor berwarna merah tua, maka Inggris kelak akan menggunakan paspor berwarna biru.
Paspor warna biru tersebut rencananya baru mulai digunakan pada tahun 2019, tahun yang direncanakan sebagai tahun berakhirnya keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Sebelum Inggris menjadi anggota Uni Eropa, Inggris juga menggunakan warna biru sebagai warna paspornya.
Paspor versi lama sendiri bakal tetap diakui hingga masa kadaluarsanya tiba.
Di media sosial Twitter, netizen Inggris memberikan komentar yang beragam terkait pengumuman dari kepala pemerintahannya. Anggota parlemen James Cleverly mengekspresikan kegembiraannya sambil berharap kalau paspor baru tersebut dilengkapi dengan teknologi canggih supaya tidak bisa dipalsukan.
Lain halnya dengan pebisnis James Caan. CEO perusahaan keuangan Hamilton Bradshaw tersebut mengkritik rencana pemerintah Inggris yang bakal mengeluarkan dana 500 juta pound untuk mendesain dan mencetak ulang paspor. Padahal menurut Caan, dana sebesar itu bisa digunakan untuk hal lain semisal menyantuni anak-anak jalanan.
