Bernas.id ? Di era modern seperti sekarang, kian banyak masyarakat dunia yang memiliki akses ke internet. Hal serupa juga berlaku di Vietnam. Semakin banyaknya penduduk Negeri Paman Ho yang bisa mengakses internet lantas turut berdampak pada semakin seringnya isu-isu dalam negeri diperbincangkan di dunia maya.
Hal tersebut turut disadari oleh pemerintah Vietnam. Reuters memberitakan kalau pemerintah Vietnam mendirikan unit pasukan internet beranggotakan 10 ribu orang. Tujuan mereka adalah untuk mengimbangi komentar-komentar mengkritik pemerintah yang beredar di internet.
Unit pasukan dunia maya tersebut diberi nama Pasukan 47. ?Setiap jam, menit, dan detik kita harus siap berjuang secara aktif melawan pandangan yang salah,? kata Letnan Jenderal Nguyen Trong Nghia saat menggelar konferensi pers di Ho Chi Minh City pada hari Senin (25/12/2017).
Didirikannya pasukan internet ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas pernyataan terdahulu pemerintah Vietnam. Bulan Agustus silam, Presiden Vietnam menyatakan negaranya bakal melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada media dan blog yang mengandung unsur-unsur berbahaya.
Vietnam bukanlah satu-satunya negara yang menggunakan pasukan bayaran pemerintah di dunia maya. Korut dilaporkan memperkerjakan 6 ribu orang untuk menjalankan tugas serupa. Namun tidak seperti Vietnam, ruang lingkup pasukan internet Korut lebih terfokus pada isu-isu luar negeri karena akses internet rakyat Korut sangat dibatasi.
?Espionase virtual semakin memikat bagi banyak negara, terutama karena (metode ini) memberikan akses informasi dalam jumlah besar, mudah disangkal, dan hanya memiliki resiko yang rendah,? kata juru bicara perusahaan keaman virtual FireEye, saat memberikan pendapatnya mengenai kebijakan Vietnam di dunia maya.
