Bernas.id – Seorang anggota grup menulis online bertanya, “Gimana caranya bikin artikel yang nggak ngebosenin, Kak?” Mungkin juga Anda akan bertanya hal yang sama seperti itu. Sering bikin artikel untuk dimuat di kolom Bernas.id namun ternyata divonis oleh editor sebagai naskah TLT, Tidak Layak Tayang. Padahal bikin artikel satu saja sudah ngos-ngosan cari sumber bacaan sana-sini.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Sederhana saja sebenarnya. Begini, bikin artikel biar enggak ngebosenin itu melihat pada 9 poin penting ini:
1. Up to Date
Apa saja yang dipaparkan dalam konten artikel diusahakan up to date. Kekinian dan tidak ketinggalan zaman. Walaupun menggunakan ide lawas, misal dari artikel atau buku-buku referensi yang Anda miliki, tetap gunakan gaya bahasa masa kini.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
2. Mengalir apa adanya dari lubuk hati
Kebanyakan penulis pemula menyusun kalimat demi kalimat secara paksa. Terbentur pada batasan baku artikel atau buku-buku yang dijadikan referensi. Sebaiknya, Anda membaca artikel atau buku yang Anda baca, kemudian menceritakan ulang dengan gaya bahasa sendiri. Paparan artikelnya mengalir dari lubuk hati dan olah pikiran, asli, unik, alami, tercurah, tertuang, dengan runtut, urut, ditulis dari A sampai C, atau sampai X-Y-Z.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
3. Sertakan pemanis artikel visual
Pemanis artikel bisa berupa foto, gambar ilustrasi, animasi, atau video. Pada beberapa web bahkan ada yang disertai tabel maupun grafik.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
4. Cantumkan petikan, quote, atau dialog interaktif
Artikel-artikel modern tidak melulu terdiri dari paparan narasi kata per kata yang membentuk kalimat paragraf. Tidak hanya sekedar list atau daftar ide seperti kalimat: “…… Yuk, kita simak yang berikut ini: 1. Bla-bla-bla; 2. Blee-blee-blee; 3. Bluuu-bluuu-bluuu.”
Namun cobalah dibubuhi bumbu penyedap tulisan berupa petikan kata mutiara, quote motivasi, sisipan dialog interaktif dua orang atau lebih tokoh narasumber, sesuai dengan tema artikel yang kita angkat hari ini.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
5. Artikel bersifat inspiratif, inisiatif, inovatif, informatif, kreatif
Konten artikel berisi paparan inspirasi penulis, inisiatif spontan dari diri penulis, inovasi baru yang penemuan hasil penelitian penulis maupun orang lain, informatif bagi khalayak ramai, kreatif sebagai contoh bagi generasi muda berbakat. Kalau berisi percakapan obrolan saja berarti itu masuk kategori cerpen, bukan artikel kreatif. Betul?
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
6. Susunan kalimat yang nyaman
Sudut pandang penulis dipaparkan dengan gaya bahasa kekinian, komunikatif dan rileks, nyaman ketika dibaca orang lain dan mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya efektif dan efisien, tidak bertele-tele, minim kesalahan ketik (typo), tidak ada pengulangan kata berlebihan. Bukan ditulis dari sudut pandang orang pertama, PoV-1 (Poin of View-1), hindari kata-kata ‘saya’, ‘kami’, atau kata senada dengan itu.
Baca juga: Penggunaan Kata Sambung Di dan Kata Depan Di yang Benar
7. Hindari konten yang membosankan
Seringkali ditemukan hal-hal seperti: Pernyataan berulang-ulang; Bertele-tele, tidak to the point; Berlebihan dalam pemaparan kalimat; Konten basi atau kedaluwarsa; Latah, ikut-ikutan tema orang lain.
Baca juga: Kaidah Penulisan Huruf Miring dan Tujuan Penggunaannya
8. Judul artikel harus heboh
Ada naskah yang tidak dibaca sama sekali akibat judulnya sudah mencerminkan konten artikel, dan pembaca sudah tahu isinya. Maka, buatlah judul yang heboh, mengundang tanya dan menarik orang melirik artikel Anda dan membacanya tuntas!
Baca juga: Pentingnya Prosa, Ciri Khas, dan Jenisnya pada Tulisan
9. Artikel musti fokus satu tema pembahasan
Antar paragraf harus sambung menyambung dalam satu tema pembahasan, tidak melenceng, tidak ada sisipan tema lain.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
