Bernas.id ? Mesir dikenal sebagai surganya peninggalan kuno. Adanya peradaban-peradaban megah yang pernah berdiri di Mesir ribuan tahun silam menjadi penyebabnya. Pisau besi berusia lebih dari 3.300 tahun yang ditemukan di makam Raja Tutankhamun adalah contohnya.
Pisau tersebut diperkirakan dibuat sekitar 2 abad sebelum Zaman Logam, periode di mana perkakas besi mulai diproduksi dan digunakan secara luas. Tanda tanya pun muncul mengenai bagaimana pengrajin di masa itu bisa menciptakan pisau besi kendati teknologi peleburan besi nampaknya belum dikenal.
Selama ini teori yang berkembang adalah di masa itu, sudah ada segelintir orang yang mengenal teknik peleburan dan pengolahan besi. Namun penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim arkeolog baru menemukan jawaban baru yang menakjubkan. Besi yang digunakan untuk membuat dan perkakas besi lainnya di masa itu ternyata berasal dari batu meteorit.
?Besi di Zaman Perak ? periode sebelum Zaman Logam ? berasal dari meteorit. Mematahkan spekulasi tentang teknologi peleburan besi prematur selama Zaman Perak,? kata Jambon dalam hasil penelitiannya.
Jambon berani menarik kesimpulan demikian setelah ia melakukan pemindaian memakai sinar X fluoresens (XRF) pada pisau tadi untuk mengetahui komposisi bahan penyusunnya. Ia juga melakukan pemindaian serupa pada kapak dan perhiasan besi yang berasal dari wilayah Tiongkok, Mesir, serta Asia Barat.
Pemeriksaan yang dilakukan pada pisau Tutankhamun menemukan kalau pisau tersebut mengandung 11 persen nikel serta sejumlah kobalt. Komposisi kedua bahan tersebut lazim ditemukan pada bebatuan meteorit yang jatuh di permukaan Bumi. Ia pun berkesimpulan kalau semua besi yang digunakan pada perkakas manusia di Zaman Perak berasal dari luar angkasa.
Temuan Jambon ini sekaligus mematahkan teori kalau segelintir orang di Zaman Perak sudah mengenal teknik penambangan dan peleburan bijih besi. Pasalnya tungku pandai besi tertua di dunia yang berhasil ditemukan baru berusia kurang dari 3.000 tahun. Tungku kuno tersebut ditemukan di Tell Hammeh, Yordania.
Pemanfaatan batu meteorit sebagai bahan perkakas logam sendiri bukan hanya dikenal di Timur Tengah. Di Indonesia, sejumlah keris diketahui menggunakan batu meteorit sebagai bahan bakunya. Penggunaan batu meteorit untuk membuat keris masih dipraktikkan oleh empu pengrajin keris hingga sekarang.
