Bernas.id – Pernahkah kalian melihat siwak? Biasanya siwak digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Siwak atau miswak adalah dahan atau akar dari pohon Salvadora persicia yaitu tanaman atau semak belukar yang banyak ditemukan di Timur Tengah, Asia dan Afrika.
Selain itu, bersiwak termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa salat dua rakaat menggunakan siwak terlebih dahulu lebih baik dari 70 rakaat tanpa bersiwak. Nabi Muhammad SAW selalu memakai siwak ketika hendak berwudhu, sholat, membaca Al-Qur'an dan sebelum melakukan hal-hal baik lainnya.
Bahkan saat menjelang wafatnya, beliau mencari dan menggunakan siwak. Jika tidak memberatkan ummatnya, maka beliau akan mewajibkan untuk bersiwak. Selain itu, kayu yang digunakan untuk bersiwak memiliki kandungan klorida, potassium, sodium bicarbonate, vitamin C, trimethyl, fluoride, silika, sulfur, salvadorine, dan tannin. Sudah bisa dipastikan ada berapa banyak manfaatnya untuk kesehatan kita.
Menurut drg. Ambar Kusumawati kepada health Liputan6.com mengatakan bahwa jika mau membandingkan antara pasta gigi dan siwak, menurut Ambar siwak memiliki banyak keuntungan.
“Siwak itu praktis, bisa dibawa ke mana-mana, bisa dikantongin, dan lebih higienis. Bagian ujung yang sudah dipakai, bisa dipotong, dan dibikin baru lagi,” kata Ambar.
Perlu diingat saat kita bersiwak pertama kali akan terasa pedas dan juga sedikit ada rasa terbakar pada mulut. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan antibacterial acid seperti mustard yang ada di dalam kandungan siwak tersebut. Lalu apa sih manfaat dan khasiatnya? Inilah 10 manfaat yang akan kita dapatkan setelah bersiwak.
- Mencegah gigi berlubang
- Membersihkan plak pada gigi
- Membersihkan mulut
- Mengatasi radang gusi
- Mencegah bau mulut
- Membantu merangsang saliva
- Menghentikan pendarahan pada gusi
- Membuat gigi kuat
- Mengeluarkan sisa makanan
- Membunuh bakteri
Apakah kalian ingin bersiwak kali ini? Lalu, bagaimana caranya menyikat gigi dengan siwak? Gampang kok..
Pertama, redam atau basahi siwak terlebih dahulu. Lho? Hal ini bermaksud agar serabut siwak tidak terlalu kering, sehingga dapat melukai gusi. Air bekas rendaman ini bisa digunakan untuk berkumur nantinya.
Kedua, kalian harus menghilangkan kulit kayu pada bagian ujung siwak. Sebutuh kalian saja ya, jangan terlalu panjang. Kalian bisa mengikisnya dengan pisau. Jika takut terkena pisau alangkah baiknya untuk mengunyah dengan gigi.
Ketiga, setelah kulitnya hilang kalian bisa mengunyah bagian ujung tadi hingga berserabut seperti kuas.
Keempat, peganglah siwak sesuai selera. Pastikan menghasilkan tekanan yang cukup sehingga dapat menjangkau semua gigi, gusi dan bagian mulut.
Kelima, mulailah bersiwak dari gigi deri depan lalu dilanjut ke kanan dan kiri. Gosok siwak dengan melakukan gerakan melingkar di seluruh permukaan gigi depan dan belakang.
Keenam, potonglah serabut ujung siwak jika sudah sering digunakan. Kalian harus sering memperbarui ujung siwak minimal dua atau tiga hari sekali ya..
Ketujuh, cucilah siwak dengan air hingga bersih. Pastikan benar-benar bersih ya. Lalu simpanlah di tempat bersih dan terbuka dalam posisi berdiri.
Itulah manfaat dan cara menggunakan siwak. Silakan dipraktikan ya dan rasakan sensasinya.
