Bernas.id ? Perayaan Tahun Baru seharusnya bisa menjadi momen yang menggembirakan. Namun bagi kaum wanita di Koln, Jerman, perayaan Tahun Baru 2016 justru menjadi mimpi buruk bagi mereka. Pasalnya di tengah-tengah berlangsungnya perayaan, sebanyak ratusan orang perempuan mengaku kalau mereka menjadi sasaran pelecehan seksual massal oleh gerombolan imigran.
Untuk mencegah insiden serupa terjadi dalam perayaan Tahun Baru mendatang, otoritas kota Berlin pun sudah bersiap sedari dini. Menurut BBC, sebuah zona khusus yang hanya boleh dimasuki oleh kaum wanita bakal dibuat di lokasi perayaan. Pihak keamanan juga bakal melarang benda-benda seperti minuman keras dan tas besar di lokasi perayaan.
Supaya tidak menjadi sasaran perampokan, polisi Berlin memberikan imbauan kepada kaum wanita setempat agar hanya membawa tas kecil yang isinya tidak berharga. Mereka lantas meyakinkan pengunjung wanita supaya tidak takut untuk melapor dan mencari pertolongan jika merasa terancam.
Bukan hanya polisi yang bakal diterjunkan di lokasi perayaan Tahun Baru. Personil Palang Merah Jerman juga bakal ikut dikerahkan. Jika ada pengunjung wanita yang sudah terlanjur menjadi korban serangan, mereka dianjurkan untuk mencari personil Palang Merah yang sudah bersiaga di dalam zona khusus wanita.
Pesta Tahun Baru di Berlin diperkirakan bakal dihadiri oleh ratusan ribu orang. Kendati pendirian zona khusus wanita tersebut dimaksudkan untuk keamanan, tidak semua pihak menyambut hangat kebijakan tersebut. Selain terkesan diskriminatif, kebijakan tersebut dianggap tidak efektif selama pelakunya masih berkeliaran secara bebas.
