Bernas.id ? Saat berkunjung ke bangunan keagamaan, sudah sepantasnya pengunjung mengenakan pakaian yang sopan dan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Sayangnya hal tersebut tidak dipatuhi oleh Alisa Vinogradova. Wanita tersebut nekat bertelanjang dada di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Insiden tersebut terjadi pada Hari Natal ? hanya dua jam sebelum Paus Francis menyampaikan pesan kepada 50 ribu jemaah di lapangan. Menurut fotografer Reuters yang kebetulan ada di lokasi, wanita tersebut hendak mengambil paksa patung bayi Yesus yang ada di lapangan.
Setelah berhasil melompati pagar pembatas, Alisa kemudian berlari ke arah barisan patung yang mengilustrasikan momen kelahiran Yesus tersebut. Ia sempat terdengar berteriak ?Tuhan adalah perempuan? (God is woman). Tulisan berisi pesan yang sama juga terlihat tertulis di punggungnya.
Alisa sendiri gagal melaksanakan niat awalnya setelah petugas keamanan Vatikan bertindak sigap dan menangkapnya di tempat. Tidak ada insiden berarti sesudah itu dan prosesi perayaan Natal di kompleks Santo Petrus tetap berjalan seperti rencana awal.
Sebelum menyapa para jemaatnya di lapangan, Paus Francis juga sempat menyampaikan khotbah di dalam Basilika Santo Petrus. Dalam khotbahnya, Paus menganalogikan nasib para imigran yang meninggalkan tanah airnya dengan Yosep dan Maria yang ditolak di mana-mana saat hendak melahirkan Yesus.
Alisa teridentifikasi sebagai anggota kelompok Femen, organisasi pembela hak-hak perempuan yang didirikan di Ukraina. Kelompok tersebut dikenal kerap menggelar aksi demonstrasi sambil bertelanjang dada di tempat umum. Tahun 2014 silam, seorang anggota Femen sempat melakukan aksi yang serupa dengan yang dilakukan oleh Alisa.
