Bernas.id – Menjelang weekend, para orang tua biasanya merencanakan liburan bersama buah hatinya. Entah berwisata kuliner di sekitar rumah, one trip di dalam maupun di luar kota, bahkan menginap di luar kota.
Adalah hal yang wajar bila orang tua was-was membawa sang batita bepergian. Selain anak yang masih kecil, badan mereka pun rentan terhadap penyakit saat bepergian. Tetiba panas, lalu demam. Bahkan diare atau konstipasi.
Namun, Anda tak perlu khawatir akan hal-hal tadi. Perencanaan yang matang akan membuat Anda siap siaga saat membawa batita bersenang-senang di jalan. Ini yang dapat Anda lakukan untuk membuat liburan menjadi nyaman bersama batita.
1. Jika memungkinkan, persiapkan liburan sebulan sebelumnya
Membawa batita bepergian sangat riskan. Usia di bawah tiga tahun adalah usia yang masih sering terjadi tantrum. Karena daya tahan tubuhnya yang belum matang, menyebabkan mereka sangat rawan terserang penyakit.
Mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan dalam sebulan, akan membantu para orang tua menyelamatkan buah hati. Ke mana tujuan liburan sangat berpengaruh, karena akan membuat kita nyaman di sana dengan segala persiapan. Misalnya saja saat akan pergi ke pantai, barang apa saja yang perlu dibawa akan mudah dipilih.
Juga fasilitas toilet dan tempat makan akan mudah kita tentukan, dengan bertanya kepada yang teman yang sudah pernah ke sana atau mencari di internet. Hal yang sangat penting seperti transportasi apa yang akan dipakai menentukan barang apa saja yang bisa dibawa.
Jauh-jauhlah mematangkan rencana bepergian agar batita kita nyaman, dan kita pun bahagia.
2. Catat kebiasaan anak sehari-hari, dari kentut sampai kebiasaan teriak-teriak
Perkara kentut akan membuat batita kita tidak nyaman, loh. Sistem pencernaannya yang belum maksimal akan membuatnya sering begah karena terisi angin. Atau saat kentutnya bau busuk, itulah saat kita harus melarikannya ke toilet. Tentunya agar anak bisa BAB.
Kebiasaannya teriak-teriak juga penting dicatat. Bisa jadi anak sudah sangat lelah, maka mereka hanya bisa mengungkapkan kelelahan dengan teriak. Terkadang orang tua kurang paham apa yang diinginkan anak, dan memahaminya hanya karena anak sangat senang di tempat wisata, padahal mereka malah kelelahan.
3. Bawa semua senjata penyelamat anak
Senjata penyelamat bisa berupa selimut kecil untuk membuatnya tetap hangat di dalam mobil. Atau kaus kaki yang bisa dipakai saat harus memakai AC. Sediakan camilan agar anak tetap mengisi perutnya telat waktu. Terkadang kita tidak bisa menemukan warung makan saat berada di tempat wisata atau bahkan terkadang semuanya penuh.
Bawa juga termometer, minyak kayu putih, obat penurun panas, dan betadine untuk keadaan darurat. Bisa jadi anak kita tiba-tiba sakit, kita bisa mengecek suhunya dulu sebelum membawanya ke rumah sakit.
Biasakan untuk membawa banyak tas kecil agar kita bisa memisahkan barang-barang anak yang diperlukan saat bermain di tempat wisata atau barang anak yang harus dibawa untuk mandi di toilet umum.
Menjadi orang tua adalah suatu pembelajaran hidup yang panjang. Kita bisa memahami anak saat kita yakin kita mampu. Walaupun saat dia sakit saat wisata pun, tak usah khawatir. Bacalah teks tentang perawatan anak kala sakit. Dan aware saat anak harus dibawa ke rumah sakit.
Saat anak ceria, kita pun bisa refreshing agar suasana rumah keesokan harinya menjadi lebih bercahaya. Selamat mencoba!
