Bernas.id – Kapan nikah? Kapan menggenap? Kapan nyusul? Hai! Kamu sering mendapatkan pertanyaan ini? Hati-hati jangan-jangan kamu sudah masuk usia rawan penantian. Di kehidupan sehari-hari kebanyakan orang akan melemparkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu berulang kali.
Sudah bukan rahasia lagi hati akan merisaukan perkara jodoh yang tak kunjung datang. Rasa gelisah akan menjadi-jadi. Tingkat kegalauan lama-kelamaan memuncak karena situasi penantian yang terasa tak berujung. Sebenarnya apa definisi jodoh itu? Hanya satu kata namun bisa melangitkan hati sekaligus meremukkan harapan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia jodoh adalah orang yang cocok menjadi pasangan hidup. Konon katanya pula jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. Jika memang benar seperti itu, maka sesungguhnya jodoh itu dekat. Sama halnya ketika kita sedang bercermin di mana jarak antara kita dengan cermin tidak jauh.
Tentang jodoh yang masih enggan muncul, bukanlah masalah besar yang mesti dilebih-lebihkan kegelisahannya. Kita wajib bersyukur karena inilah keuntungannya. Berbagai keuntungan yang dapat kamu rasakan adalah sebagai berikut.
1. Waktu penantianmu adalah kebebasanmu mengasah hobi
Bayangkan jika status kita bukanlah single lagi. Bisa jadi kita keteteran mengatur waktu. Kalang kabut menyusun prioritas antara hobi dengan keluarga. Kita bisa mengganti kata menanti dengan meng-upgrade diri. Hobi yang baik jika dilatih secara baik, maka besar kemungkinan berujung dengan hasil yang baik.
Bukankah hobi yang terasah dengan baik dapat mengundang pendapatan baru dari segi finansial? Yuk, jadikan istilah kesendirian sebagai aji mumpung yang dapat dimaksimalkan!
2. Status single mampu mempererat jalinan persahabatan
Kelak saat kita resmi berkeluarga, waktu yang dimiliki akan cenderung lebih banyak dihabiskan dengan suami atau istri dan anak-anak kita sendiri. Lagi-lagi mumpung masih dengan status melajang, maka tak ada salahnya mempererat tali silaturahmi dengan teman. Berbagai acara bakti sosial bisa direncanakan satu sama lain.
Belum lagi penyusunan agenda traveling bersama yang tentu lebih mudah. Jangankan keindahan satu bumi ini, keindahan Indonesia saja akan butuh waktu lama untuk dinikmati. Maka alangkah leluasanya bukan jalan-jalan tanpa harus memikirkan tanggung jawab baru sebagai suami atau istri?
3. Menunggu jodoh adalah ajang pendekatan diri dengan Pencipta
Terpikirkankah bahwa selama ini mungkin kita terlalu sibuk mengejar deadline tugas kampus atau menyelesaikan tumpukan pekerjaan kantor? Saat kita sadar kita mulai membutuhkan pendamping hidup, mungkin di saat itulah Allah ingin kita merajuk meminta kepada-Nya.
Hikmah kesendirian tidak melulu soal hura-hura melainkan pendekatan diri pada Ilahi lebih akrab lagi. Maka benarlah jika kesendirian adalah salah satu waktu emas bermesraan dengan Allah semata.
Jodoh belum datang? Bersyukurlah karena kamu memang menang banyak!
