Bernas.id ? Tahun 2017 sebentar lagi bakal berakhir. Beragam media beramai-ramai menerbitkan beragam laporan mengenai momen-momen signifikan sepanjang tahun ini, tak terkecuali majalah kenamaan Time. Seperti tahun-tahun sebelumnya, majalah terkemuka asal Amerika Serikat (AS) tersebut merilis daftar orang pilihan untuk edisi tahun 2017.
Kali ini yang dinobatkan Time sebagai orang pilihan adalah orang-orang yang terlibat dalam gerakan #MeToo (#SayaJuga), sebuah gerakan yang menganjurkan kaum wanita di seluruh dunia untuk mengakui pelecehan seksual yang pernah menimpanya.
Fenomena gerakan #MeToo sendiri bermula ketika sejumlah aktris beramai-ramai mengklaim kalau mereka pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh produser Harvey Weinstein. Sesudah itu, kaum wanita lain beramai-ramai membeberkan pengakuannya di media sosial mengenai pelecehan seksual yang menimpanya sambil disertai dengan tagar #MeToo.
Dampak gerakan ini bagi reputasi Weinstein begitu dahsyat. Ia dipecat dari perusahaannya sendiri dan harus menerima bantuan psikolog. Namun Weinstein bukanlah satu-satunya tokoh publik yang aib masa lalunya terkuak. Tokoh-tokoh kenamaan lain seperti sutradara Brett Ratner, penyiar berita Matt Lauer, hingga Presiden Donald Trump juga diklaim pernah melakukan pelecehan seksual di masa silam.
?Ini adalah gerakan perubahan sosial tercepat yang pernah kita lain selama beberapa dekade dan bermula dari keberanian ratusan wanita ? serta beberapa orang pria juga ? yang maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya,? kata Kepala Editor Time Edward Felsenthal.
Peserta gerakan #MeToo bukanlah satu-satunya tokoh yang dinominasikan oleh Time untuk dipilih sebagai tokoh tahun ini. Sosok-sosok lain seperti Donald Trump, Kim Jong Un, hingga Mohammed bin Salman juga termasuk dalam daftar nominasi Time. Tahun lalu, penghargaan tokoh tahun ini diberikan kepada Trump akibat ramainya kontroversi seputar dirinya.
