Bernas.id – Siapa sih yang masih asing dengan novel dan film Harry Potter? Novel yang sudah mendunia ini ditulis oleh seorang penulis asal Inggris yang memiliki nama pena J. K. Rowling. Sekilas, nama itu terdengar seperti nama laki-laki.
J. K. Rowling adalah nama pena dari seorang perempuan yang bernama asli Joanne Kathleen Rowling. Ia lahir di sebuah kota kecil di selatan Inggris pada 31 Juli 1965. Wanita yang kini dijuluki sebagai Ibu Harry Potter ini pernah berkuliah di Universitas Exeter. Sebelum mencapai kesuksesannya sebagai penulis novel terkenal, Rowling pernah jatuh berkali-kali.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Novel Harry Potter yang ia tulis, sebelumnya mengalami penolakan berkali-kali oleh 12 penerbit yang berbeda. Namun, Rowling tidak menyerah. Ia mengirimkan naskahnya lagi ke penerbit Bloomsburry, dan akhirnya, karena anak pemilik penerbit menyukai kisah yang dikarangnya, novel Harry Potter pun diterbitkan.
Penerbit memintanya mengganti nama penanya dari Joanne Rowling menjadi J. K. Rowling. Hal ini dilakukan supaya namanya terdengar seperti nama laki-laki. Penerbit khawatir anak-anak muda mungkin tidak membeli buku yang ditulis oleh perempuan.
Tanpa diduga, penjualan novel pertama Harry Potter sangatlah pesat. Bahkan tiga seri pertama Harry Potter bertengger sebagai best seller di Inggris dan Amerika. Masing-masing serinya memecahkan rekor sebagai penjualan buku terlaris sepanjang masa.
Kehidupan J. K. Rowling pun mengalami pasang surut. Kematian sang ibu pada Desember 1990 memang membuatnya terpuruk, namun itulah yang menjadi inspirasi Rowling untuk menulis novel pertama Harry Potter. Perasaan kehilangan yang mendalam dapat ia tuliskan dengan sempurna. Ide Harry Potter sendiri muncul ketika ia sedang melakukan perjalanan dengan kereta api dari Manchester ke London pada tahun yang sama. Ide tentang seorang anak yang mengikuti sekolah sihir datang ke pikirannya selama perjalanan kereta ini. Ketika mencapai tujuan, Rowling mulai menuliskannya.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
Pada tahun 1992, Rowling menikah dengan pria berkebangsaan Portugal bernama Jorge Arantes. Pada bulan Juli 1993 lahirlah anak perempuan dari hubungan mereka, namun pada November di tahun yang sama Rowling berpisah dengan suaminya. Ketika itu, ia mengalami depresi berat dan membuatnya menuliskan karakter Dementor, sebuah makhluk tanpa jiwa yang dalam Harry Potter.
Sedangkan karakter Hermione Ganger merupakan karakter yang sesuai dengannya ketika masa remaja dulu.
Kisah Harry Potter yang fenomenal ini memang memuat segala emosi yang melingkupi pengarangnya. Dengan segala pasang surut, akhirnya Rowling berhasil meraih kesuksesan. Hal inilah yang bisa kita teladani dari perempuan tangguh ini. Mengubah gelisah menjadi karya, dan tak pernah putus asa walaupun sudah jatuh berkali-kali.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?