Bernas.id – Kita dilahirkan di sebuah negara, yang memiliki beragam etnis, baik itu budaya, agama, bahasa, dan lainnya. Itulah negara kita, yakni sebuah negara yang terbentang luas, dari Sabang hingga Merauke, dari ujung barat hingga timur Papua. Sungguh, perihal ini merupakan nikmat yang harus kita syukuri. Sungguh tak mengherankan, jikalau bangsa kita, Indonesia, menjadi bahan rebutan negara-negara Eropa dulu. Dan tidak menutup kemungkinan saat ini, Indonesia tetap digandrungi bangsa lainnya.
Kita sebagai pemuda, sebagai pelopor atau lebih tepatnya penerus tonggak kepemimpinan di masa depan, memiliki andil yang sangat signifikan dalam memelihara kenikmatan dan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Apalagi bagi kita, khususnya kalangan akademisi, memiliki atau wajib menjaga dan sekaligus ikut andil dalam melestarikan sumber daya alam, budaya dan lainnya, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain ini.
Seluruh rakyat Indonesia memiliki kewajiban dalam menjaga budaya, sumber daya alam, dan lainnya. Namun, jika kita mencoba meneliti fenomena yang terjadi pada masyarakat kita, sungguh sangat miris. Masih sedikit pemuda yang suka mengkonsumsi budaya asli bangsa kita, bahkan di kalangan kita, banyak tidak mengerti macam-macam budaya yang dimiliki oleh negara kita. Seharusnya kita sebagai pemuda Indonesia bangga dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh bangsa kita.
Bukan hanya dari segi budayanya saja, Indonesia menarik. Namun, kekayaan alam yang melimpah ruah, lautan yang luas, hutan yang lebat, beragam habitat bersarang di hutan-hutan negara kita. Namun, akhir-akhir ini bangsa kita terlihat miris dengan kondisi alam yang tak menentu. Seperti halnya banjir di mana-mana, gunung meletus, penebangan hutan secara ilegal, dan lain sebagainya. Benar-benar berakibat fatal bagi bangsa kita.
Negara kita sebenarnya kaya, namun cukup mengherankan, zaman sekarang pabrik-pabrik industri yang ada dalam negara kita, kebanyakan bukan milik kita, namun milik sektor negara asing. Mengapa pabrik-pabrik dan sumber daya alam di dalam negara kita dikuasai oleh sektor asing, tak lain, dan tak bukan, salah satunya diakibatkan karena minimnya pendidikan bangsa kita. Di sinilah letak kelemahan bangsa kita, yang masih minim akan kualitas pendidikannya. Minimnya kesadaran mengolah kekayaan negara kita sendiri. Padahal pendidikan ini memiliki peran yang sangat penting, dalam memajukan, mengembangkan perekonomian dan kemajuan negara kita.
Itu salah satu permasalahan yang ada dalam negara kita, padahal masih banyak lagi permasalahan yang belum tertanggulangi dalam bangsa kita. Perihal ini, menjadi tugas kita bersama untuk menjaga, merawat, mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh bangsa kita. Sungguh sangat disayangkan, jikalau kelebihan ini disia-siakan, tanpa dikelola untuk kesejahteraan rakyat di negara kita ini.
