Bernas.id ? Sebuah rumah nampak berdiri di lahan hijau Takanini, Selandia Baru. Rumah tersebut adalah rumah berlantai satu dengan beberapa tulisan grafiti yang menghiasi bagian dinding luarnya. Dari luar, rumah tersebut nampak sebagai rumah biasa.
Jika asal-usul keberadaan rumah tersebut ditelusuri, barulah diketahui kalau ada yang aneh dari rumah yang bersangkutan. Rumah tersebut ternyata berdiri di sana kendati sebelumnya tidak ada aktivitas pembangunan yang terjadi di lokasi.
Lahan itu sendiri diketahui sebagai lahan yang baru saja dibeli oleh perusahaan pengembang untuk dijadikan pusat perbelanjaan. Namun sebelum bangunan yang dimaksud bisa didirikan, rumah tersebut tiba-tiba saja muncul di lokasi.
Menurut Rod Bray dari perusahaan Northbridge Properties, rumah tersebut aslinya dibangun di tempat lain. Namun kemudian rumah tersebut dipindahkan dari lokasi aslinya dan dibuang ke tanah lapang tadi memakai truk. Ia menduga tindakan tersebut dilakukan oleh sang pelaku untuk memangkas biaya penghancuran rumah.
?Pilihannya adalah membayar supaya rumahnya dihancurkan, atau membuangnya ke tempat lain dan membiarkannya jadi urusan orang lain,? kata Bray seperti yang dikutip oleh Newshub. Biaya untuk menghancurkan rumah itu sendiri ditaksir mencapai 20 ribu dollar Selandia Baru (183 juta rupiah).
Bray kemudian menjelaskan kalau perusahaannya sudah membuka sayembara dengan hadiah sebesar seribu dollar Selandia Baru (hampir 1 juta rupiah) jika ada yang bersedia memberikan informasi mengenai pelaku pemindahan rumah tersebut.
Untuk memancing pelaku supaya bersedia menyerahkan diri secara sukarela, Bray juga berjanji kalau perusahaannya tidak akan mengambil langkah hukum jika pelaku mengakui perbuatannya dan memindahkan rumah tersebut ke tempat lain.
