Bernas.id ? Guru merupakan tenaga pendidik dalam suatu satuan pendidikan. Menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan area publik. Seorang guru setiap harinya berinteraksi dan melakukan komunikasi terhadap peserta didik. Namun tentunya setiap peserta didik memiliki karakter yang bermacam-macam. Oleh karena itu, sebagai guru diharuskan mampu memahami karakter masing-masing peserta didknya.
Karakter peserta didik yang bermacam-macam itulah yang mengharuskan guru memiliki keterampilan untuk memperlakukan setiap anaknya secara berbeda. Memperlakukan berbeda bukan berarti tidak adil, tetapi memperlakukan berbeda dilakukan sesuai untuk menyelami masing-masing karakter.
Guru perlu mengetahui karakter anak tersebut terbentuk karena apa. Latar belakang yang berbeda-beda ini akan membentuk karakter suatu anak. Kenyataannya dalam lingkungan satuan pendidikan belum tentu anak berasal dari latar belakang yang sama. Biasanya anak yang identik, berbeda dengan teman-temannya memilki latar belakang yang tidak biasa.
Dalam suatu tempat pasti ada anak dengan latar belakang berbeda, apalagi di tengah zaman yang semakin berkembang demikian. Pada suatu kelas, ada seorang anak yang pasif tidak mau terlibat dalam pembelajaran. Secara otomatis seorang guru akan merasa tersinggung ketika merasa diabaikan. Namun tentunya bukan tanpa alasan anak tersebut bertingkah demikian. Pasti ada alasannya.
Penyebab kurang aktifnya seorang anak saat pembelajaran, atau anak dengan kriteria khusus seperti anak yang memiliki banyak masalah antara dirinya sendiri atau dengan orang lain. Tentunya anak tersebut memiliki permasalahan dalam hidupnya. Seperti latar belakang keluarganya yang broken home, atau bahkan pergaulannya di luar sekolah yang bermasalah.
Anak Pasif dan Bermasalah
Penanganan yang tepat dilakukan pada anak yang pasif dan bermasalah di kelas maupun lingkungan sekolah tidak perlu muluk-muluk. Meskipun hampir 10 jam dalam sehari anak tersebut waktunya dihabiskan di sekolah, namun bukan berarti guru menjadi peran terpenting dalam pembentukan karakter seorang anak. Meskipun di lingkungan sekolah guru sebagai orang tua kedua namun kenyataannya guru tidak bisa memantau kegiatan anak hanya pada saat di sekolah saja.
Oleh karena itu, selayaknya memperlakukan manusia semestinya, seburuk apapun karakter seorang anak. Melalui kasih sayang dan perhatian akan meluluhkan hatinya. Kasih sayang dan perhatian bisa diberikan dengan cara mengajak berkomunikasi secara baik-baik. Tidak perlu memperlakukan anak tersebut berbeda dari teman-temannya yang biasa, menegur pun ada saatnya tersendiri. Hindari menegur saat di depan kelas atau di depan teman-temannya. Karena ketika anak tersebut ditegur di depan teman-temannya otomatis dalam pikirannya anak tersebut akan merasa berbeda.
Semakin anak tersebut merasa berbeda, semakin akan menarik diri dan berbuat berbeda dari teman-temannya. Perlakuan berbeda itulah yang perlu digarisbawahi, karena anak yang pasif dan bermasalah membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang lebih dari teman-teman lainnya yang biasa. Anggap saja bahwa anak ini merupakan anak spesial dan harus dipertlakukan lebih spesifik.
Menegur dan memarahi bukan menjadi solusi yang tepat bagi anak-anak seperti ini, karena anak yang seperti ini sudah terbiasa dengan teguran dan sesuatu hal yang keras dalam hidupnya. Jika memang sudah terlampaui batas, maka Anda sebagai guru bisa menyerahkan anak ini pada BK untuk berkonsultasi. Bagian terpentingnya adalah memperlakukan anak yang demikian ini dengan bijak yaitu dengan kasih sayang dan perhatian.
