Bernas.id – Sebagian orang mungkin tidak begitu fasih tentang sosiopreneur. Bedasarkan portal erlangga.co.id dengan mengutip dari berbagai pendapat tokoh seperti Ari Margiono menganggap mereka ini lebih mengedepankan social value creation. Sri Safitri (founder speedytrek dan kidevo) memasukannya sebagai pengusaha yang tidak semata-mata cari untung namun juga peduli dengan sosial dan amal. Sedangkan menurut Dwi Wahyu Arif N (founder senyumkita), mereka adalah wirausaha yang menerapkan prinsip-prinsip entrepreneur untuk perubahan sosial atau lingkungan.
Bisa disimpulkan sosiopreneur adalah mereka para enterpreneur yang peduli akan lingkungannya, dan usaha yang dibangunnya bukan sekedar mencari keuntungan.
Bagaimana sosiopreneur dikaitkan dengan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu?
Menurut teori Multiple Intelligiences Howard Gardner, ada sisi kecerdasan intrapersonal yang dimiliki oleh setiap orang. Dalam situs dosenpsikologi.com, Anderson menjelaskan ruang lingkup dari kecerdasan ini adalah meliputi tiga hal:
1. Social Sensitivity (Sensivitas Sosial);
Kepekaan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukannya baik secara verbal maupun nonverbal.
2. Social Insight (Pemahaman Sosial);
Pemahaman sosial merupakan kemamuan untuk mempresepsikan orang lain/kelompok lain.
3. Social Communication (Komunikasi Sosial);
Komunikasi sosial adalah suatu hubungan yang dilaksanakan antara individu dengan kelompok atau antar kelompok dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai.
Tiga dimensi tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Diawali dengan kepekaan sosial, dilanjutkan dengan kesadaran diri kita di posisi mana. Setelah memahami kondisi sosial, dan kita peka, maka muncul komunikasi.
Tipe seperti inilah yang perlu dimunculkan untuk memecahkan kesenjangan sosial-ekonomi masyarakat di negara kita. Mereka yang tidak memikirkan kepentingan sendiri. Masih ingatkah akan tokoh yang bernama Hafiza Elfira, salah seorang gadis cantik yang berhasil menjadi seorang sosial enterpreneur muda yang cukup sukses dan mampu menghasilkan omzet ratusan juta per bulan dari sebuah usaha yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Hafiza menggerakkan penduduk mantan penderita kusta di kampung kusta Sitanala desa Karang Sari, kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten menjadi lebih produktif dan mandiri dengan membantu membuat usaha jilbab untuk mereka. Hafiza membantu mulai dari menjahitnya sampai memasarkannya.
Masih banyak lagi tokoh sosialpreneur yang bisa menjadi inspirasi kita semua. Nah tertarik menjadi sosialpreneur? Asah kecerdasan sosialmu, temukan apa yang dibutuhkan masyarakat kita. Jadikan mereka mandiri, berkarya, dan produktif. Jadilah pahlawan untuk lingkunganmu dengan kecerdasan sosialmu!
Sumber: https://dosenpsikologi.com; http://www.generasimudaid.com
