Bernas.id – Bagi sebagian mahasiswa, mengatur keuangan menjadi satu hal sulit di awal masuk kuliah. Apalagi mereka yang sebelumnya terbiasa hidup dekat dengan orang tua. Semasa sekolah menengah atas, mereka menghabiskan uang pemberian orang tua dengan cepat. Mereka tak sempat menabung. Alih-alih menabung, seringkali uang bulanan tak pernah cukup. Mereka akan merengek kembali kepada orang tua untuk meminta uang jajan. Sebagian orang tua juga terkesan mengiyakan permintaan anak-anaknya. Entah karena asas kasih sayang atau tidak memiliki pengetahuan seputar mengatur finansial.
Berbicara masalah finansial tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang kaya. Siapa pun ia seharusnya mempelajari bagaimana mengatur finansial secara benar. Masalahnya, cara mengatur finansial yang baik tidak pernah diajarkan di bangku sekolah. Bahkan di kehidupan nyata pun, amat jarang orang-orang mempelajarinya.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Namun, di era milennial ini, mahasiswa selayaknya tidak lagi bingung bagaimana mengatur keuangan mereka. Sudah banyak channel youtube atau tulisan pakar finansial yang bertebaran dan dapat dengan mudah diakses dan dipraktekkan. Lantas, bagaimana mengatur finansial yang baik terutama bagi mahasiswa? Simak ulasan beikut ini.
Pertama, membuat rencana keuangan
Satu hal yang banyak dilewatkan mahasiswa dalam pengaturan finansial adalah malas membuat perencanaan. Padahal, dalam ilmu manajemen, keberadaan perencanaan yang matang amat diperlukan. Dengan rencana matang, uang yang ada dapat diatur sedemikian rupa sehingga cukup sampai akhir bulan. Alokasikan dana yang ada pada kebutuhan-kebutuhan primer terlebih dahulu.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Kedua, menyisihkan uang bulanan untuk ditabung
Biasanya, orang tua akan mengirim uang kepada anak-anaknya yang berkuliah di awal bulan. Terkadang, mahasiswa terbuai untuk menghabiskan uang tersebut dengan cepat. Ia tidak memperkirakan bagaimana kondisi finansialnya sebulan ke depan. Bagi yang terbiasa hidup mewah, ia akan langsung pergi ke supermarket untuk membeli barang-barang baru di pasaran.
Alangkah lebih baik bila sebelum membelanjakan uang untuk kebutuhan, disisihkan sekian persen untuk ditabung. Hendaknya menabung ini konsisten dilakukan. Besaran menabung beragam. Bila dirasa berat, bisa dimulai dengan 20 ribu di bulan pertama. Bulan berikutnya jumlahnya meningkat 30 ribu dan seterusnya. Para miliader berkata bahwa kekayaan yang sesungguhnya adalah harta yang ditabung, bukan harta yang dibelanjakan.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Ketiga, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan
Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa kebanyakan mahasiswa mendahulukan keinginan di atas kebutuhan. Keinginan adalah segala hal yang apabila tidak dipenuhi saat ini, tidak menjadi masalah. Intinya bisa ditunda sampai beberapa waktu ke belakang. Namun, kebutuhan adalah sesuatu yang hendaknya dipenuhi saat itu juga untuk keberlanjutan kehidupan. Misalnya saat ini seorang mahasiswa harus membeli buku untuk menunjang perkuliahan sedangkan ia juga berkeinginan untuk membeli baju baru. Maka, hendaknya ia membeli buku terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli baju baru.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
Keempat, jangan lupa sediakan uang untuk sedekah
Dalam Islam, seorang muslim amat dianjurkan untuk bersedekah. Sebab, setiap harta yang dimiliki seseorang ada hak bagi orang lainnya. Selain itu, sedekah akan menyuburkan harta dan mensucikannya. Ketika mendapat kiriman uang bulanan, jangan sampai langsung dihabiskan begitu saja. Coba biasakan sedekah setiap jumat misalnya sebesar sepuluh ribu atau nominal lainnya yang dirasa mampu.
Baca juga: 6 Sertifikasi Akuntansi Bagi Profesi Akuntan di Indonesia
Kelima, catat pemasukan dan pengeluaranmu
Salah satu cara untuk mengetahui apakah kondisi keuangan sehat atau tidak adalah dengan mencatatnya. Cobalah untuk konsisten mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Daftar catatan ini bisa ditulis pada buku kas yang banyak dijual di toko-toko alat tulis. Dengan mencatat, tentu akan lebih mudah diketahui apakah realisasi keuangan sudah sesuai dengan rencana keuangan atau belum.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Kewirausahaan Terbaik Indonesia
Enam, evaluasi alur finansial di akhir bulan
Setelah pencatatan rapi selama sebulan, maka tiba saatnya evaluasi di akhir bulan. Bandingkan catatan keluar masuknya uang dengan rencana awal. Apakah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan? Kalau iya berarti ada yang perlu direvisi dalam perncanaan finansial di bulan selanjutnya.
Itulah enam tips mengelola keuangan bagi mahasiswa. Semoga sedikit membantu mahasiswa agar lebih perhatian dalam hal finansial.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
