Bernas.id ? Merakit senjata tanpa izin adalah praktik yang dianggap ilegal di banyak negara, tak terkecuali di Thailand. Maka bukan hal yang mengherankan jika mereka yang tertangkap basah melakukan hal tersebut harus berakhir di balik jeruji besi.
Namun pemerintah Thailand di sisi lain merasa bahwa keterampilan merakit senjata adalah keterampilan yang bermafaat jika diarahkan dengan tepat. Rencana untuk merekrut para produsen senjata ilegal pun dirancang oleh otoritas Thailand supaya keahlian mereka bisa diberdayakan.
Bangkok Post mengabarkan kalau sebanyak enam belas orang yang ditahan atas tuduhan merakit senjata secara ilegal sudah direkrut untuk bergabung dalam proyek terbaru pemerintah Thailand. Dalam proyek ini, para napi bakal menerima pelatihan dari staf departemen senjata pemerintah selama dua minggu.
Keenam belas tahanan tersebut dipilih setelah otoritas Thailand menyeleksi lebih dari 300 ribu tahanan yang tersebar di seantero Thailand. Sebagian besar dari mereka diketahui hanya memiliki tiga tahun sisa masa tahanan.
Dalam pelatihan ini, para peserta bakal diberi pendidikan mengenai segala hal terkait pembuatan senjata. Mereka juga bakal dididik supaya bisa bersikap dan berperilaku dengan benar. Sesudah menjalani masa tahanannya, pihak departemen akan menentukan apakah masing-masing peserta memiliki keterampilan dan perilaku yang diperlukan untuk direkrut menjadi pegawai baru mereka.
Otoritas Thailand berharap pelatihan ini bisa menjadi solusi bagi para bekas narapidana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan baru sesudah menghirup udara bebas. Selama ini banyak perusahaan yang menolak memperkerjakan bekas narapidana karena khawatir mereka bakal kembali melakukan tindakan kejahatan di kemudian hari.
Para napi yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini mengaku merasa gembira atas kesempatan yang mereka dapatkan. ?Saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki diri saya dan merintis karir yang baru,? kata seorang narapidana berusia 28 tahun yang bernama Tak.
