Bernas.id – Apakah Anda merasa nyaman ketika berada dalam keramaian? Apakah Anda merasa nyaman ketika berada dalam kesunyian dan kesendirian? Jika Anda menyukai pertanyaan pertama, maka Anda tergolong kepribadian ekstrover. Namun jika Anda menyukai pertanyaan yang kedua, maka Anda tergolong kepribadian introver.
Mereka yang tergolong introver lebih menyukai kesendirian dan tertutup terhadap orang lain. Dan setiap kepribadian mempunyai pengaruh terhadap kesehatan. Pengaruh tersebut dapat berupa pengaruh fisik maupun mental.
1.Mudah mengalami stres ketika berada dalam keramaian
Laurie Helgoe, PhD, asisten profesor bidang psikologi di Davis dan Elkins College dan penulis buku introver power menyebutkan bahwa, orang introver mudah terstimulasi oleh lingkungan. Jika ada banyak kejadian atau keramaian di sekitarnya, mereka menjadi mudah stres.
Tidak semua orang introver membenci keramaian. Namun kebanyakan dari mereka menyukai bergaul dengan kelompok kecil, dibanding dengan kelompok besar. Helgoe menyebutkan bahwa ada beberapa karakter introver yang berhubungan dengan depresi. Orang introver cenderung lebih banyak merenung dan bisa terjebak dalam renungannya sendiri. Di sisi lain, orang introver lebih realistik, melihat masalah secara keseluruhan bukan hanya menangkap stimuli yang membahagiakan.
2. Lemahnya sistem imun
Orang yang kepribadian terbuka memiliki sistem imun yang lebih kuat dari orang yang berkerpribadian tertutup. Orang yang cenderung tertutup sering kali memikirkan suatu masalah dengan dirinya sendiri tanpa ingin membaginya terhadap orang lain. Karena hal tersebut, orang introver biasanya mengalami depresi yang diakibatkan oleh pikirannya sendiri. Sedangkan, orang ekstrover banyak bergaul dengan orang lain dapat menimbulkan suatu kebahagian sehingga sistem imunnya kuat.
3. Lebih fokus
Kebiasaan mereka selalu berfikir sebelum bertindak menjadikan mereka lebih fokus dibanding dengan orang ekstrover. Seorang ekstrover lebih mampu mengatasi efek negatif karena kurang tidur, menurut penelitian dari Walter Reed Army Institute tahun 2010. Para peneliti juga menemukan bahwa orang introver memiliki gairah kortikal di otak yang lebih tinggi sehingga mereka lebih bisa menahan rasa kantuk.
