Bernas.id ? Ada sebuah jenis terapi tradisional yang dikenal sebagai terapi air. Metode terapi ini sederhana, yaitu hanya menggunakan air minum sebagai upaya proses penyembuhannya. Terapi air ini adalah jenis terapi paling tua di dunia dan masih eksis di zaman sekarang. Sebenarnya bagaimana, sih, kaidah terapi air ini dan seberapa besar pengaruhnya dalam tubuh manusia?
Tubuh manusia terdiri dari 80% air. Berupa cairan plasma darah, cairan lambung, keringat, air kencing, lendir, hormon, enzim, getah bening, cairan otak, cairan pada mata, dan dari cairan air mani yang bertemu dengan sel telur kemudian Allah bentuk menjadi sosok manusia.
Penelitian tentang air yang hidup oleh Masaru Emoto, warga negara Jepang, menyatakan bahwa ketika dibacakan kalimat bermakna baik atau positif maka molekul air menjadi bercahaya dan sangat cantik. Sebaliknya bila dikatakan sesuatu bermakna buruk atau negatif, maka molekul air menjadi rusak dan keruh. Penelitian ini cukup menggemparkan dunia kesehatan. Betul kata nenek moyang kita zaman dahulu, jika seseorang sakit maka yang pertama kali diberikan adalah air minum yang sebelumnya sudah dibacakan doa kesembuhan dan kebaikan. Allahu Akbar!
Pengaruh dari penelitian ini kemudian menjadikan dalih bagi perusahaan air minum kemasan tertentu untuk meningkatkan omset pemasarannya. Dikatakan kepada masyarakat bahwa air minum produksinya dapat membantu penyembuhan sakit dari A sampai Z. Masyarakat awan dengan mudah percaya kepada oknum penjualnya. Tidak sepenuhnya salah, namun kebenaran tentu dapat diungkapkan melalui penjelasan berikut ini:
Terapi air mineral dan nonmineral
Ada perusahaan air minum nonmineral yang mengklaim bahwa air yang dijualnya itu lebih bagus daripada air sumur warga sekitar. Mereka membuktikannya dengan cara mencelupkan dua batang logam yang terhubung ke alat tertentu. Satu logam ke dalam air sumur dan satu logam ke dalam air jualannya, lalu dihubungkan dengan listrik. Hasilnya kemudian dibandingkan. Air sumur akan tampak keruh dan air jualannya tetap bening. Mereka bilang air jualannya itulah yang bagus. Benarkah demikian?
Teknik pembodohan masyarakat itu sebenarnya adalah proses kimiawi yang disebut elektrolisis air. Kejadian ini dapat memicu perdebatan sengit antarumat beragama. Pasalnya, air sumur termasuk air mineral, dan air mineral terbaik di dunia adalah air Zam-Zam. Air Zam-Zam jika dielektrolisis akan terpisah beberapa mineral penting di dalamnya dan tampak keruh. Apakah akan dikatakan bahwa air Zam-Zam jelek? Sampai kapanpun air mineral dan air nonmineral adalah sama-sama penting, sama-sama bermanfaat. Tinggal bagaimana penerapannya dalam teknik terapinya. Air mana yang lebih banyak dibutuhkan oleh tubuh si sakit, itulah yang diberikan.
Terapi Ion
Terapi ion pun menggunakan proses elektrolisis air. Kaki kita direndam ke dalam larutan air garam hangat sebatas mata kaki. Lalu, dihubungkan ke listrik dan terjadilah perubahan warna air rendaman menjadi hijau, kekuningan, atau kecoklatan. Mereka akan bilang bahwa ?itu penyakitnya larut dalam air?. Ini pun sebenarnya merupakan teknik sugestif kepada si sakit, sehingga kondisi tubuhnya menjadi lebih baik setelah menjalani terapi ion. Mengingat keajaiban garam memang dapat menetralisir ion-ion berbahaya melalui proses persenyawaan molekulnya.
Terapi air garam bisa kita lakukan sendiri dengan mandi air hangat yang dicampur garam krosok (non-iodium), kemudian kita bilas lagi dengan air hangat biasa.
Beberapa jenis terapi air tersebut sebenarnya bermanfaat bagi tubuh manusia terutama untuk membantu menetralisir racun-racun tubuh yang berasal dari ion-ion radikal bebas. Hanya oknum tertentu yang menggunakan bahasa marketing yang salah, sehingga menjadikan pemahaman masyarakat pun jadi salah. Bagi para pelaku terapi air, bijaksanalah dan berikanlah informasi yang benar kepada masyarakat. Masyarakat pun sebaiknya berhati-hati terhadap pelaku bisnis terapi air yang berusaha menjelekkan air sumur kita, apalagi menjelekkan air Zam-Zam, yang termasuk golongan air mineral terbaik di dunia.
