Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Biak Dorong Industri Pengalengan Ikan, Tak Mau Lagi Jadi Penonton di WPP 717

    May 14, 2026

    Rano Karno Jajaki Kerja Sama JIS – San Siro, Fokus Pengelolaan dan Event Stadion

    May 14, 2026

    Lengkapi Syarat Utama Gelar Pahlawan Nasional Sultan HB II, Bupati Wonosobo Minta Ada Tanda Tangan Sultan HB X hingga Prabowo Subianto

    May 14, 2026

    Kado HUT ke-499, Produk Kreatif Jakarta Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Milan

    May 14, 2026

    Pimpinan DPRD DKI Ingatkan Jakarta Tak Bisa Jadi Kota Global Jika Pendidikan Masih Bermasalah

    May 14, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Kesehatan»Cek Segera, Beberapa Pemahaman yang Keliru Terhadap Terapi Air!
    Kesehatan

    Cek Segera, Beberapa Pemahaman yang Keliru Terhadap Terapi Air!

    Ciptono Wahyu PrasetyadiBy Ciptono Wahyu PrasetyadiJanuary 15, 2018No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id ? Ada sebuah jenis terapi tradisional yang dikenal sebagai terapi air. Metode terapi ini sederhana, yaitu hanya menggunakan air minum sebagai upaya proses penyembuhannya. Terapi air ini adalah jenis terapi paling tua di dunia dan masih eksis di zaman sekarang. Sebenarnya bagaimana, sih, kaidah terapi air ini dan seberapa besar pengaruhnya dalam tubuh manusia?

    Tubuh manusia terdiri dari 80% air. Berupa cairan plasma darah, cairan lambung, keringat, air kencing, lendir, hormon, enzim, getah bening, cairan otak, cairan pada mata, dan dari cairan air mani yang bertemu dengan sel telur kemudian Allah bentuk menjadi sosok manusia.

    Penelitian tentang air yang hidup oleh Masaru Emoto, warga negara Jepang, menyatakan bahwa ketika dibacakan kalimat bermakna baik atau positif maka molekul air menjadi bercahaya dan sangat cantik. Sebaliknya bila dikatakan sesuatu bermakna buruk atau negatif, maka molekul air menjadi rusak dan keruh. Penelitian ini cukup menggemparkan dunia kesehatan. Betul kata nenek moyang kita zaman dahulu, jika seseorang sakit maka yang pertama kali diberikan adalah air minum yang sebelumnya sudah dibacakan doa kesembuhan dan kebaikan. Allahu Akbar!

    Pengaruh dari penelitian ini kemudian menjadikan dalih bagi perusahaan air minum kemasan tertentu untuk meningkatkan omset pemasarannya. Dikatakan kepada masyarakat bahwa air minum produksinya dapat membantu penyembuhan sakit dari A sampai Z. Masyarakat awan dengan mudah percaya kepada oknum penjualnya. Tidak sepenuhnya salah, namun kebenaran tentu dapat diungkapkan melalui penjelasan berikut ini:

    Terapi air mineral dan nonmineral

    Ada perusahaan air minum nonmineral yang mengklaim bahwa air yang dijualnya itu lebih bagus daripada air sumur warga sekitar. Mereka membuktikannya dengan cara mencelupkan dua batang logam yang terhubung ke alat tertentu. Satu logam ke dalam air sumur dan satu logam ke dalam air jualannya, lalu dihubungkan dengan listrik. Hasilnya kemudian dibandingkan. Air sumur akan tampak keruh dan air jualannya tetap bening. Mereka bilang air jualannya itulah yang bagus. Benarkah demikian?

    Teknik pembodohan masyarakat itu sebenarnya adalah proses kimiawi yang disebut elektrolisis air. Kejadian ini dapat memicu perdebatan sengit antarumat beragama. Pasalnya, air sumur termasuk air mineral, dan air mineral terbaik di dunia adalah air Zam-Zam. Air Zam-Zam jika dielektrolisis akan terpisah beberapa mineral penting di dalamnya dan tampak keruh. Apakah akan dikatakan bahwa air Zam-Zam jelek? Sampai kapanpun air mineral dan air nonmineral adalah sama-sama penting, sama-sama bermanfaat. Tinggal bagaimana penerapannya dalam teknik terapinya. Air mana yang lebih banyak dibutuhkan oleh tubuh si sakit, itulah yang diberikan.

    Terapi Ion

    Terapi ion pun menggunakan proses elektrolisis air. Kaki kita direndam ke dalam larutan air garam hangat sebatas mata kaki. Lalu, dihubungkan ke listrik dan terjadilah perubahan warna air rendaman menjadi hijau, kekuningan, atau kecoklatan. Mereka akan bilang bahwa ?itu penyakitnya larut dalam air?. Ini pun sebenarnya merupakan teknik sugestif kepada si sakit, sehingga kondisi tubuhnya menjadi lebih baik setelah menjalani terapi ion. Mengingat keajaiban garam memang dapat menetralisir ion-ion berbahaya melalui proses persenyawaan molekulnya.

    Terapi air garam bisa kita lakukan sendiri dengan mandi air hangat yang dicampur garam krosok (non-iodium), kemudian kita bilas lagi dengan air hangat biasa.

    Beberapa jenis terapi air tersebut sebenarnya bermanfaat bagi tubuh manusia terutama untuk membantu menetralisir racun-racun tubuh yang berasal dari ion-ion radikal bebas. Hanya oknum tertentu yang menggunakan bahasa marketing yang salah, sehingga menjadikan pemahaman masyarakat pun jadi salah. Bagi para pelaku terapi air, bijaksanalah dan berikanlah informasi yang benar kepada masyarakat. Masyarakat pun sebaiknya berhati-hati terhadap pelaku bisnis terapi air yang berusaha menjelekkan air sumur kita, apalagi menjelekkan air Zam-Zam, yang termasuk golongan air mineral terbaik di dunia.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Ciptono Wahyu Prasetyadi

      Related Posts

      Waspadai Risiko Tersembunyi Keseringan Minum Herbal Saset

      May 1, 2026

      Kayu Manis dalam “Obat Herbal” Kemasan Menyimpan Bahaya Tersembunyi

      April 29, 2026

      Beat Diabetes 2026 di 35 Kota untuk Gaya Hidup Sehat dan Harapan Remisi Diabetes

      April 12, 2026

      HUT ke-14, RSA UGM Menambah Fasilitas Operasional Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

      April 3, 2026

      Asosiasi Dapur Mandiri Indonesia: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Rakyat dan Kualitas SDM

      March 13, 2026

      Enam Kasus Campak di Kota Jogja Ditelusuri

      March 10, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Green Building Initiative Mengumumkan Pengunduran Diri CEO Vicki Worden

      May 13, 2026

      Persona AI Bekerja Sama dengan Under Armour untuk Mengkaji Berbagai Material Berkinerja Tinggi untuk Robotika Humanoid

      May 13, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Biak Dorong Industri Pengalengan Ikan, Tak Mau Lagi Jadi Penonton di WPP 717

      May 14, 2026

      Rano Karno Jajaki Kerja Sama JIS – San Siro, Fokus Pengelolaan dan Event Stadion

      May 14, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.