Bernas.id ? Semua orang pasti akrab dengan yang namanya laba-laba. Hewan menyerupai serangga ini dapat dikenali dengan melihat kakinya yang berjumlah delapan. Baru-baru ini, jumlah laba-laba yang sudah diketahui oleh manusia kembali bertambah satu lagi.
Laba-laba spesies baru tersebut oleh para ilmuwan diberi nama ilmiah Califorctenus cacachilensis. Hewan yang sama pertama kali ditemukan pada tahun 2013 oleh tim ilmuwan pimpinan Jim Berrian saat mereka sedang menjelajahi kawasan pegunungan di Baja California Sur, Meksiko.
?Saat saya melihat laba-laba tersebut untuk pertama kalinya, aku merasa sangat terkesan dengan ukurannya yang besar,? kata Maria Luisa Jimenez yang ikut menganalisa laba-laba ini. ?Sepanjang pengalaman saya mengoleksi laba-laba di semenanjung selama bertahun-tahun, saya belum pernah melihat yang sebesar ini. Saya menduga sesuatu yang baru menunggu untuk diungkap.?
Laba-laba ini sendiri memang berukuran cukup besar. Diameternya kurang lebih sebesar bola kasti. Dengan pengecualian untuk abdomennya yang berwarna kekuningan, seluruh tubuh laba-laba ini berwarna kelabu kecoklatan. Bagi mereka yang khawatir akan gigitan laba-laba ini, mereka tidak perlu khawatir. Pasalnya ilmuwan meyakini kalau gigitan laba-laba ini tidak mematikan bagi manusia.
C. cacachilensis pertama kali ditemukan oleh Berrian dan rekan-rekannya ketika mereka sedang memeriksa sebuah gua. Awalnya mereka merasa penasaran karena laba-laba dengan penampilan demikian normalnya hanya keluar pada malam hari. Mereka pun kembali ke gua yang sama keesokan harinya untuk menangkap laba-laba tersebut dan mengidentifikasinya.
Bagi kalangan peneliti di bidang serangga, menemukan spesies baru laba-laba sebenarnya bukanlah hal yang langka. Setiap tahun ada setidaknya satu spesies baru laba-laba yang teridentifikasi oleh manusia. ?Namun… pada umumnya, spesies baru laba-laba yang baru ditemukan hanya berukuran kecil dan kurang menarik perhatian orang,? tandas Michael Wall yang juga ikut terlibat dalam ekspedisi ini.
