Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Dugaan Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

    May 23, 2026

    EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

    May 23, 2026

    Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

    May 22, 2026

    Pansus KLA DPRD Kota Yogyakarta Soroti Soal Klitih hingga Daycare

    May 22, 2026

    Imigrasi Palu Kenalkan Tujuh Inovasi Digital Karya Peserta Magang

    May 22, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Travel»7 Alasan Kenapa Jakarta Terlihat Tidak Ramah Bagi Kunjungan Wisatawan Mancanegara? Nomor 4 Seharusnya Tidak Pernah Terjadi!
    Travel

    7 Alasan Kenapa Jakarta Terlihat Tidak Ramah Bagi Kunjungan Wisatawan Mancanegara? Nomor 4 Seharusnya Tidak Pernah Terjadi!

    Heri AfiantoBy Heri AfiantoJanuary 15, 2018No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Jakarta adalah ibukota Negara dengan kepadatan penduduk melebihi sejumlah kota besar di Indonesia. Hal yang paling mencolok dari kota sebesar Jakarta adalah kemacetan setiap hari, tak terkecuali di akhir pekan. Jakarta berudara panas dengan curah hujan normal namun terkadang menimbulkan banjir di mana-mana karena sebagian wilayah Jakarta posisinya rendah dengan sistem drainase yang masih saja buruk.   

    Bagi sebagian wisatawan Mancanegara, Jakarta bukanlah tujuan utama mereka. Jakarta hanya dianggap sebagai kota transit sebelum mereka sampai pada tujuan wisata, sebenarnya seperti Jogja dan Bali. Jogja, Bali dan Indonesia Timur lebih beragam obyek wisatanya di antaranya wisata alam dan budaya.  

    Faktanya Jakarta memiliki Landmark  Negara yaitu Monumen Nasional atau dikenal dengan nama Monas dan beberapa obyek wisata seperti Taman Mini, Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Kota Tua dan Museum Nasional. Namun itu belum memaksimalkan daya tarik kota Jakarta bagi Wisatawan Mancanegara.  Inilah 7 penyebab Jakarta terlihat kurang ramah untuk dikunjungi Wisatawan Mancanegara. Apa sajakah itu?

    1. Kemacetan

    Kemacetan merupakan ritual standar bagi masyarakat Jakarta. Macet sepanjang hari sejak jam 6 pagi hingga jam 9 malam pada hari-hari biasa, akan berimbas pada keengganan wisatawan mancanegara untuk mengarungi kota Jakarta. Mungkin solusi bagi wisatawan nekat adalah menggunakan transportasi ojek motor online yang memang menjadi satu-satunya moda transportasi yang mampu menembus kemacetan Jakarta yang sudah pada tahap edan.

    2. Pedestrian yang kurang nyaman

    Bagi wisatawan Mancanegara, berjalan kaki merupakan hal biasa untuk merasakan atmosfer daerah yang mereka kunjungi. Sayangnya, Jakarta belum memaksimalkan fasilitas bagi pejalan kaki. Ada banyak fasilitas pejalan kaki yang tersedia justru dirampas oleh pedagang kaki lima dan parkir liar, belum lagi penggalian untuk pembuatan saluran dan kabel yang bisa mengundang bahaya jika tidak berhati-hati.

    3. Kurangnya moda transportasi gratis langsung ke obyek wisata

    Mungkin ada banyak wisatawan mancanegara yang bingung dengan cara bagaimana mereka sampai dari satu obyek ke obyek lain dalam satu hari. Dengan angkutan umum mereka mungkin sangat awam terhadap trayek yang tersedia belum lagi kerawanan kriminal di angkutan umum seperti angkot, metromini dan bajaj. Untuk menaiki Trans Jakarta, mereka diharuskan memiliki uang elektronik yang mungkin saja kurang mereka pahami.

    4. Penghancuran situs bangunan tua

    Pemda Jakarta kurang memperhatikan asal usul Jakarta sebagai kota yang sudah berkembang sejak pertama kali Belanda hadir di kota yang mereka namakan Batavia. Ada banyak situs tua yang terbengkalai atau termusnahkan karena motif ekonomi. Pembangunan lebih diarahkan kepada gedung-gedung modern yang melenyapkan wajah asli Jakarta, sehingga terlihat sama saja dengan kota-kota besar lainnya. Padahal keberadaan beberapa gedung tua yang kini telah lenyap bisa dijadikan sebagai museum, café dan galeri. Untuk itu Jakarta harus banyak belajar dengan Penang Malaysia, yang berhasil menjadikan Kota Tua-nya sebagai destinasi utama para pelancong dunia. Para wisatawan nampaknya enggan dengan keseragaman wajah kota Jakarta.

    5. Jakarta lebih condong sebagai kota bisnis

    Kota besar ini tumbuh pesat dengan berdirinya banyak gedung bertingkat untuk kepentingan bisnis dan ekonomi. Sementara, penataan masyarakat kelas bawah berjalan timpang, sehingga banyak warga kelas bawah Jakarta yang memilih pindah ke pinggir Jakarta. Pembangunan mall paling banyak adanya di Jakarta yang katanya bertujuan wisata namun kental bisnis. Wisatawan mancanegara lebih condong ingin merasakan pengalaman yang berbeda seperti mengunjungi situs budaya daripada belanja di mall yang mungkin juga ada di negara asal mereka.

    6. Tingkat kriminalitas dan seringnya terjadi demontrasi

    Semakin besar sebuah kota berbanding lurus dengan tingkat kriminal. Kota besar adalah tempat berkumpul orang-orang dari berbagai suku dan bangsa. Relasi antar warga kota Jakarta cenderung individual dengan diimbuhi prasangka sebelum mereka kenal. Belum lagi kota Jakarta menjadi ajang politik dengan seringnya terjadi demontrasi sehingga banyak negara suka mengeluarkan travel warning yang melarang warganya berkunjung. Hal ini yang menjadi keengganan para turis mancanegara untuk berlama-lama di kota Jakarta.

    7. Kurangnya wisata alam

    Jakarta hampir tidak memiliki wisata alam, kalau saja Kepulauan Seribu bukan bagian dari wilayah Jakarta. Kepulauan Seribu memiliki pesona pantai dan laut yang masih bisa dibilang lumayan untuk ukuran wisatawan lokal, tapi tidak untuk wisatawan mancanegara. Mereka lebih baik memilih laut dan pantai di Indonesia Timur yang masih sangat cantik luar biasa.

    Jika Pemda Jakarta terutama Dinas Pariwisatanya mau berbenah untuk memaksimalkan kunjungan wisata, mereka harus memikirkan konsep program wisata kota Jakarta yang lebih baik. Dengan menyediakan moda transportasi langsung ke obyek wisata, menata kawasan khusus wisata yang lebih nyaman dan nyaman serta berkonsep jelas, sehingga Jakarta menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara bukan hanya sekadar transit, sebelum mereka ke Bali atau daerah Indonesia Timur.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Heri Afianto

      Related Posts

      On The Rock, Destinasi Wisata Pantai Gunung Kidul Saat Libur Lebaran

      March 14, 2026

      JXB Perkuat Pariwisata dan Perhotelan, Targetkan Jakarta Makin Kompetitif sebagai Kota Global

      March 4, 2026

      Ragunan Uji Coba Wisata Malam, Hadirkan Edukasi dan Hiburan Keluarga

      October 11, 2025

      Ragunan Kini Buka hingga Pukul 22.00 Setiap Sabtu Malam

      October 9, 2025

      Spot Wisata Jajan Baru, Peken Klangenan Kotagede

      May 31, 2025

      Libur Musim Dingin di Jepang, Wajib Coba Ini!

      May 28, 2025
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

      May 23, 2026

      Pembiayaan UMKM oleh Jenfi Tembus US$100 Juta di Asia Tenggara

      May 20, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

      May 21, 2026

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pansus KLA DPRD Kota Yogyakarta Soroti Soal Klitih hingga Daycare

      May 22, 2026

      Imigrasi Palu Kenalkan Tujuh Inovasi Digital Karya Peserta Magang

      May 22, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.