Bernas.id ? Masalah polusi udara tengah menghantui Seoul. Langkah darurat pun diambil oleh pemerintah ibukota Korsel tersebut. CNBC mengabarkan kalau sejak hari Senin (15/1/2018), pemerintah Seoul menggratiskan biaya angkutan umum pada jam sibuk supaya kadar polusi udara yang berasal dari kendaraan pribadi bisa dipangkas.
Langkah pemerintah Seoul masih belum berhenti sampai di sana. Mereka menutup 360 area lapangan parkir dan mengurangi intensitas pekerjaan kostruksi di proyek-proyek milik pemerintah.
Kebijakan ini diambil sebagai tanggapan atas memburuknya kualitas udara Seoul. Hasil pengukuran menunjukkan kalau rataan kadar partikel mikro di udara mencapai lebih dari 50 mikrogram per kubik meter. Jumlah yang dikategorikan berbahaya untuk kesehatan manusia.
Diperkirakan kebijakan menggratiskan biaya angkutan umum ini bakal terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Menurut pengamat, memburuknya polusi udara disebabkan oleh penggunaan bahan bakar batu bara dan diesel, serta adanya polusi udara kiriman yang datang dari arah Tiongkok.
Bukan sekali ini saja pemerintah Seoul mengambil kebijakan penggratisan angkutan umum untuk mengurangi polusi udara. Tahun lalu, pemerintah Seoul juga mengambil kebijakan serupa setelah indeks kualitas udaranya menembus angka 179 mikrogram per kubik. Jumlah tersebut sempat menjadikan Seoul sebagai kota paling terpolusi kedua di Asia setelah New Delhi di India.
Menurut data dari lembaga Verisk Maplecroft untuk tahun ini, Korsel adalah negara dengan kadar polusi udara terburuk kedelapan di Asia. Posisi pertama dan kedua secara berturut-turut ditempati oleh India dan Bangladesh.
