Bernas id – Pernah nggak hidupmu direpotkan dengan kehadiran tamu yang tak diundang ? Dia datang tiba-tiba, terus berada pada tempat yang tidak terkira dan mampu mencuri perhatian mata yang memandangnya. Kalau sudah datang, hmm.. mengusirnya perlu usaha dan kerja keras bahkan butuh sebuah proses. Tahukah siapa tamu yang suka buat ribet? Jawabannya adalah jerawat. Bukan jarwadi lho, tapi jerawat.
Jerawat merupakan keadaan sebagai penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya, di mana pori-pori kulit tersumbat, sampai menimbulkan kantung nanah yang meradang. Ada peneliti masalah jerawat, Kligmann berpendapat, Bahwa tak ada seorang pun di muka bumi ini yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya, walau yang namanya komedo sekalipun. Dan berdasarkan penyebabnya, lebih banyak karena perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit seperti masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres. Jadi kenapa juga kita harus risau. Yakini saja, bahwa jerawat itu sebagai reminder buat kita untuk aware dengan wajah kita. Sebagai kode, ada yang perlu diperbaiki asupan nutrisi dan pola pikirnya.
Kehadirannya memang tidak pilih kasih, dia bisa datang kapan saja pada siapa pun. Tidak sedikit kehadiran jerawat menimbulkan masalah baru dalam hidup. Sesungguhnya jerawat adalah kelainan yang berasal dari hormon dan zat pada kelenjar minyak di kulit dan folikel rambut. Hal inilah yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat pun muncul. Zona nyaman bagi jerawat untuk tinggal biasanya pada muka, leher, punggung, dada, dan pundak. Walaupun bukanlah masalah yang mengancam, jerawat dapat menjadi sumber tekanan emosional yang signifikan. Jerawat yang parah dapat menyebabkan bekas luka permanen. Tanpa pengobatan, dapat muncul flek dan bekas luka pada kulit setelah jerawat hilang. Mengobati jerawat juga dapat meningkatkan rasa percaya diri.
Siapapun dapat memiliki jerawat. Biasanya jerawat umumnya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Berdasarkan data statistik, sekitar 80% orang berusia 11 sampai 30 memiliki masa berjerawat. Umumnya, jerawat hilang pada sekitar usia 30 tahun, namun ada juga usia 40 sampai 50 tahun memiliki masalah jerawat .
Sungguh jerawat yang muncul pada wajah (terutama), atau bisa saja pada tangan, bahu, dada atau punggung dapat menyebabkan bukan hanya ?noda? di wajah saja. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki jerawat dapat memiliki masalah yang dapat menyebabkan Gangguan kepercayaan diri dan penampilan. Mengapa? Karena jerawat pada wajah bisa sangat berpengaruh pada pada penampilan.
Jerawat yang tumbuh pada area wajah bisa sangat mengganggu secara fisik dan dapat sangat berpengaruh pada rasa percaya diri menimbulkan rasa malu akan kondisi wajahnya. Sering menghindari kontak mata. Selalu ada saja upaya orang yang berjerawat untuk menutupi jerawat pada wajahnya dengan memanjangkan rambutnya Biasanya para perempuan yang menderita jerawat sering kali memakai make up secara tebal agar dapat menutupi jerawat-jerawatnya. Akhirnya justru memperparah kondisi jerawat. Kalau ada remaja yang kebetulan menderita jerawat para pada punggung atau bahu, pasti dia akan cenderung menghindari aktivitas olahraga yang
Kondisi wajah yang ditumbuhi jerawat bisa menjadikan penderita jerawat kekurangan rasa percaya diri, selanjutnya bisa mengakibatkan ia cenderung menarik diri dari kehidupan sosialnya. Seperti menarik diri dari pergaulan atau teman dekatnya, atau mungkin juga teman yang menaksirnya. Hal yang paling membuat kesal, ketika jerawat tumbuh pada area wajah. Tahulah, area wajah adalah area yang pertama kali orang lihat, jadi wajarkan, jika saat jerawat nongol di muka, jadi nggak percaya diri.
Sehingga orang yang sudah ada pada kondisi jerawat yang sudah sangat parah, memang dapat berdampak mengalami social phobia yang menyebabkan ia benar-benar takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Fakta yang terjadi adalah menganggu sisi kehidupan kerja, sekolah, relationship, kesehatan jiwa. Contohnya orang dewasa, jerawat dapat mengganggu kehidupan kerja.
Tidak salah lagi, jerawat pun menyebabkan depresi. Adapun gejala atau tandanya adalah mood sering terganggu, gangguan behavioral, sering menangis tiba-tiba, lesu, susah tidur, kehilangan nafsu makan sangking menjaga agar jerawatnya sembuh atau tidak muncul lagi. Merasa tidak berharga.
Jerawat, mungkin bukan sesuatu yang dapat membahayakan, jika kehadiran jerawat dapat diterima dan teratasi. Namun jerawat akan menjadi berbahaya, ketika sudah membuat tekanan psikis dan menyebabkan perubahan perilaku masalah sosial pada penderita.
Yuk, ketika jerawat hadir, kita terima saja dengan hati yang lapang, ikhlas, dan sugesti positif sangat penting, selain berikhtiar melalui medis. Buat aja mindset, bahwa dengan jerawat, kesabaran dan kebersihan kita makin naik kelas. Oke?
