Bernas.id ? Kian memanasnya suhu di permukaan bumi turut berdampak pada penyu. Menurut hasil penelitian terbaru, wilayah yang paling terdampak oleh peningkatan suhu memiliki persentase kemunculan bayi penyu betina sebanyak 99,8 persen.
Di sisi lain, wilayah lebih selatan yang suhunya lebih dingin hanya memiliki persentase kemunculan bayi penyu betina sebesar 65 persen. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pantai timur Australia oleh tim peneliti pimpinan Michael P. Jensen.
Jenis kelamin bayi penyu sendiri kebetulan memang ditentukan oleh suhu di sekitarnya. Semakin tinggi suhu pasir yang menyelubungi sarang telur penyu, semakin besar pula kemungkinan telur-telur tersebut menghasilkan bayi berjenis kelamin betina. Kondisi sebaliknya terjadi jika lingkungan sekitarnya bersuhu rendah.
Masih belum diketahui secara jelas mengenai dampak dari fenomena ini terhadap kelestarian penyu. Penyu jantan sendiri diketahui melakukan perkawinan jauh lebih sering dibandingkan betina. Para ahli lantas berspekulasi kalau betina akan berpindah ke selatan supaya lebih mudah mendapatkan pasangan kawin.
?Hasil studi kami menunjukkan perlunya strategi manajemen yang dimaksudkan untuk menurunkan suhu inkubasi pada sarang-sarang penyu yang penting untuk mendongrak kemampuan penyu menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan mencegah anjloknya populasi ? atau bahkan kepunahan,? tulis Jensen dan rekan-rekannya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti pimpinan Jensen pertama kali diterbitkan pada tanggal 8 Januari di jurnal Current Biology. Hasil penelitian mereka dapat diakses dan dibaca secara bebas di situs Cell.com.
