Bernas.id – Setiap manusia memiliki banyak aktivitas. Berawal dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua aktivitas yang dilakukan dapat menjadi hobi atau tidak. Hobi mengandung arti kegemaran, atau kesenangan istimewa pada waktu senggang bukan pekerjaan utama. Seorang ibu memasak untuk anaknya itu hanya hobi saja bukan sebagai mata pencaharian.
Hobi seseorang dapat menjadi profesi. Fakta dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak orang sukses karena hobinya. Awalnya hanya sebagai hobi kemudian berubah menjadi profesi. Hobi yang berubah menjadi profesi dapat menjadi pekerjaan utama. Sungguh samangat luar biasa suatu kegemaran atau kesenangan dapat menghasilkan pendapatan. Siapa tidak mengenal pemain sepak bola dunia Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, berawal dari hobi bermain sepak bola, kini mereka menjelma menjadi olahragawan yang kaya. Penulis Novel Harry Potter yang mendunia, J.K. Rowling, menjadi penulis terkaya di dunia dari royalti novelnya. Hobi masak bisa menjadi chef ternama. Apabila hobi dioptimalkan maka dapat menjadi profesi.
Para orang tua tentunya menginginkan anaknya memiliki hobi yang dapat menjadi profesi. Berikut ini 5 cara mengarahkan dan mengembangkan hobi pada anak menjadi profesi.
1. Identifikasi hobi anak sejak dini;
Setiap orang tua dapat mengali potensi anak sejak dini. Caranya tidak membatasi anak mengenal lingkungan sosial dan budayanya. Orang tua dapat memberikan arahan dan fasilitas untuk anak sehingga anak mampu mengembangkan potensinya menjadi hobi. Tugas orang tua melakukan bimbingan dan arahan. Tugas berikutnya bagaimana orang tua terus mengembangkan hobi anak tanpa paksaan artinya anak melakukannya sebagai kesenangan.
2. Pilihlah lembaga pendidikan formal yang tepat;
Pemilihan lembaga pendidikan formal dengan cara yang lebih santun, tidak ada unsur paksaan pada anak. Caranya, orang tua mengajak anak berkunjung ke lembaga-lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan hobi anaknya. Biarkan anak memilih sendiri dan senang pada lembaga pendidikan tempatnya belajar sehingga dapat mengembangkan hobinya.
3. Pilihlah lembaga pendidikan nonformal;
Orang tua dapat menawarkan kepada anak untuk mengembangkan hobinya melalui lembaga pendidikan nonformal di luar sekolahnya. Pilihlah yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, dan sarat akan prestasi yang mumpuni.
4. Aktif dalam berbagai kompetisi yang berkaitan dengan hobi;
Orang tua mendukung anak untuk mengembangkan hobinya supaya semakin terlatih. Hobi dapat menjadi prestasi apabila dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Orang tua mendukung dan mengikutsertakan anak dalam berbagai kompetisi baik tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bentuk dukungan orang tua bisa dalam bentuk pembiayaan maupun suport.
5. Dampingi dan hadiri saat anak berkompetisi;
Saat anak berkompetisi maka orang tua harus dapat mendampingi. Kehadiran orang tua saat anak berkompetisi merupakan bentuk dukungan untuk kesuksesan anak, bentuk partisipasi aktif orang tua yang telah merintis hobi anak sejak awal.
Para orang tua harus memiliki keyakinan bahwa setiap anak memiliki beragam potensi. Tuhan memberikan potensi terbaik kepada setiap manusia sejak awal dilahirkan. Permasalahannya, apakah semua potensi itu dapat digali atau tidak. Apabila potensi dapat digali, kemudian diindentifikasi, serta dikembangkan menjadi hobi, maka apabila Tuhan mengizinkan kelak hobi anak itu akan menjadi profesi. Profesi tersebut dapat menjadi bekalnya saat menjalani hidup untuk menjadi orang sukses melalui hobinya.
